Kamis, 04 Agustus 2011

TIK (MILIST)



Mailing list/ milist adalah group diskusi dimana setiap orang bisa berlangganan dan berpartisipasi didalamnya. kita dapat membaca mail orang lain dan kemudian mengirimkan balasannya.

 Alamat milis pada dasarnya hanyalah sebuah fasilitator dalam forum diskusi, karena di dalam alamat milis terdapat data-data yang menampung alamat e-mail masing-masing anggota milis, sehingga jika ada satu topik diskusi yang akan dibicarakan, maka topik tersebut oleh administrator milis secara otomatis akan dikirimkan ke alamat e-mail setiap anggotanya.

 Secara garis besar dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori:
a.Berdasarkan topic
Topik mailing list beraneka ragam tergantung pada profesi atau keseragaman yang dimiliki oleh anggotanya, dan biasanya jenis ini terbuka untuk umum sehingga seorang peminat diskusi dapat mendaftarkan dirinya sendiri secara langsung.
b.Berdasarkan komunitas kelompok tertentu
biasanya milis jenis ini bersifat tertutup dan hanya terbuka bagi anggotanya saja. Misalnya milis yang dimiliki oleh suatu partai atau organisasi atau yang keanggotaannya atau untuk berlangganannya melalui suatu cara tertentu, seperti membayar uang langganan (profit) atau cara-cara lainnya.

 Berlangganan (subscribe) ke suatu milis pada umumnya harus mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan oleh moderatornya, dan jika tidak, maka Anda akan dicoret dari daftar anggota dan akan dimasukan kedalam daftar tidak berlangganan (unsubscribe). Selain itu ber-milis ria di Internet mempunyai etika-etika yang harus kita patuhi untuk kenyaman kita bersama, yang disebut dengan Etika Mailing List.

 Pada dasarnya mailing list bekerja dengan konsep yang sangat sederhana. Seorang pengguna cukup mengirimkan e-mail ke salah satu alamat email untuk kemudian disebarkan ke semua anggota mailing list yang tergabung atau berlangganan ke alamat email tersebut. Dalam hal ini, jika suatu milis dibuat di Yahoo!groups maka semua prosedur, teknis administrasi dan perjanjian mengikuti apa yang berlaku di Yahoo! Groups.
  Selain untuk diskusi, milis juga dapat digunakan untuk sharing foto dan file. Singkat kata, milis merupakan cara paling mudah bagi suatu komunitas untuk saling berkomunikasi di internet dan sekarang ini terkenal sebagai komunitas maya.

 Web Penyedia Layanan Mailing List ini banyak web penyedia layanan e-mail dan milist secara gratis (tanpa bayar) dengan proses registrasi yang sangat mudah, kita ambil contoh google.com dan yahoo.com adalah dua situs besar penyedia layanan e-mail dan milis secara gratis.

JENIS KEANGGOTAAN MILIST
Jenis keanggotaan dalam suatu milis di Yahoo! Groups atau disebut membership level memiliki hak yang berbeda-beda yaitu:
  1. Owner, Pemilik suatu milis, merupakan anggota yang membuat suatu milis. Owner otomatis merangkap sebagai moderator. Owner memiliki control yang lengkap pada suatu milis, termasuk untuk menghapus milis. Meskipun ada beberapa keuntungan untuk memiliki lebih dari satu owner, dan perlu dicatat bahwa anggota yang ditunjuk untuk menjadi owner akan memiliki hak-hak yang sama seperti owner yang pertama, termasuk menghapus milis atau menghapus anggota, bahkan menghapus owner yang pertama!
    Untuk menjadi owner suatu milis, tidak harus mempunyai /menggunakan email di yahoo.com. Pada daftar anggota milis, tanda bintang (asterisk) berwarna biru menandakan bahwa anggota yang bersangkutan adalah owner, sedangkan asterisk kuning mengindikasikan keanggotaan sebagai moderator.
  2. Moderator Anggota yang dapat meng ubah aturan delivery dan posting untuk tiap anggota milis. Hak-hak moderator adalah :
    Message: menyetujui,mengedit,atau menghapus pesan.
    Membership : menyetujui, mengundang menambah, menghapus, atau mem-ban anggota.
    Moderators : menambahkan, menghapus, atau mengubah hak moderator.
    Group : mengubah aturan yang ada untuk group(auto-delivered file settings).
    Delete the group: moderator dengan hak ini dapat dengan permanent menghapus milis
  3. co-moderator, Anggota ini memiliki jenis keanggotaan moderator dan diberikan hak-hak(previlege)tertent u untuk membantu tugas moderator.
4.  regular subscription, Anggota biasa.

KEUNTUNGAN MILIST  
  1. Semua anggota di suatu milis dapat menerima informasi-informasi yang hanya disiarkan di milis tersebtu karena ketika seorang anggota di dalam daftar mengirim catatan ke grup tersebut, e-mail akan disiarkan ke semua anggota daftar.
  2. Para anggota milis akan selalu merasa terkinikan (up-to-date) dengan adanya diskusi berbasis web ini, yang membuat setiap berita yang masuk ke dalam milis menjadi pesan baru di setiap inbox anggotanya.
KEKURANGAN MILIST
  1. Milis kurang praktis untuk beberapa hal. Misalnya, setiap e-mail yang terkirim ke milis akan terkirim juga ke alamat e-mail pengirim. Apabila seseorang jarang membacanya, maka inbox e-mail yang bersangkutan akan penuh terisi milis. Padahal, kapasitas email sangat terbatas. Full inbox juga dapat membuat pesan-pesan non-milis terselip, sehingga tidak terbaca. Padahal, pesan tersebut bisa jadi sangat penting.
  2. Milis tidak bersifat interaktif untuk diskusi karena seseorang tidak dapat menggolongkan pesan berdasarkan temanya. Misalnya, untuk komunikasi internal sebuah organisasi, seseorang memerlukan semacam direktori, sehingga wacana atau informasi untuk bidang hubungan kemasyarakatan (humas) tidak bercampur dengan kesekretariatan. Atau agenda-agenda yang menjadi program humas dapat dibahas lebih terperinci.
  3. Milis merepotkan pengguna jika harus me-reply (menjawab) suatu pesan karena harus menyertakan pesan sebelumnya yang telah di-reply. Jika tidak, sulit bagi orang lain untuk mengetahui pesan mana yang sedang seseorang respons. Karena saat ini pengguna milis terpusat pada jasa yahoogroups.com, pengaksesan menjadi sangat lambat. 
:

Senin, 03 Januari 2011

IHSW 1{syafira}

Suatu ketika di rumah kediaman keluarga Lovegood ada seorang gadis kecil yang bernama Juki Sana Lovegood.dia senang sekali dengan sihir.sampai-sampai dia ingin cepat-cepat masuk ke sekolah sihir seperti kakak-kakaknya yg sudah masuk ke sekolah sihir IHSW.

"Adik ada surat untukmu!" kata kakak Juki yg bernama Giovanni Lovegood
"surat dari siapa kak?" kata Juki,"lebih baik kamu baca sendiri saja." kata kakaknya yang bernama Shafira Lovegood

Juki pun membaca surat itu dengan teliti.
Dear juki,kami dari sekolah sihir IHSW.kami telah mengundangmu untuk masuk ke sekolah sihir IHSW,dan diharapkan kamu dapat datang ke IHSW dengan mengunakan kereta Hogwarts Express pada jam 10.00 pagi pada tanggal 21 september nanti.

sincerely.
Flitwick.

"wahhh... kak aku diundang untuk masuk ke sekolah sihir IHSW kak!!" kata Juki yang terlihat senang sekali.
"itu bagus! kamu sebentar lagi akan menjadi wizzard!" kata kakak Juki,Shafira Lovegood
"semoga masuk asrama Ravenclaw seperti kami!" kata kakak Juki,Giovanni Lovegood
"iya kak!" kata Juki

Pada tanggal 21 september,saat mereka mau berangkat.

"Juki apa kau sudah mengemas barang-barangmu?" tanya mum & dad
"sudah mum & dad." kata Juki
"APA KITA SUDAH BISA BERANGKAT???" teriak kakak Juki,Shafira Lovegood
"oy!jangan teriak-teriak!!!" kata kakak Juki,Giovanni Lovegood
"tentu saja sudah." kata mum

ketika mereka sampai di Hogwarts Express

"bye,mum!" kata Juki,Giovanni,dan Shafira
"hati-hati di jalan dear." kata mum
"yea kami akan hati-hati mum!" kata Giovanni sambil membuang kulit pisang sembarangan.
"huaaaa!!!" kata Shafira sambil terpeleset kulit pisang,Shafira berkata lagi "WOYY!!! JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN!!!!"
"iya..iya aku minta maaf." kata Giovanni
"nah..gitu donk >.<." kata Shafira
kami pun tertawa bersama sampai mum bilang "ayoo keretanya sudah mau berangkat!"
"iya..iya kami masuk,bye mum!" kata mereka

sesampainya di dalm kereta,mereka langsung mencari tempat.

"ew!banyak gerombolan semut-semut besar berukuran jumbo yang seperti manusia!!!!" kata Shafira
"Hush! mereka murid murid tau!" kata Giovanni
"hehe maaf deh.." kata Shafira
juki pun tertawa.

saat mereka sedang tertawa datang seorang anak perempuan.
"Hi!" kata anak tersebut.
"Hi juga tere! kata Giovanni & Shafira
"itu adik kalian ya?" tanya tere
"ya,namanya Juki tapi kamu boleh mangil dia Kysa koq." kata Giovanni
"ooo...,kalo gitu salam kenal ya! aku tere" kata tere
"aku Juki bisa di panggil Kysa koq.." kata Juki/Kysa
"kita cari kompartemen yuk!" kata tere
"ayuk!!" kata Kysa,Shafira,dan Giovanni

setelah mereka berkeliling-keliling akhirnya mereka menemukan sebuah kompartemen.tetapi kompartemen itu berisi 3 orang anak laki-laki.

"boleh kami duduk disini?" tanya Shafira
"hmm boleh saja." kata salah satu dari anak laki-laki tersebut.

mereka pun duduk di komparteman tersebut.

"ngomong-ngomong kalian siapa ya?" tanya salah satu dari laki-laki tersebut.
"masa kamu ngak kenal aku sih??" kata Tere
"iya masa ngak kenal kami juga??"kata Shafira dan Giovanni
"tidak aku tidak mengenali kalian." kata anak laki-laki tersebut
"ooo yasudah ini Tere *menunjuk ke Tere,ini Shafira *menunjuk ke shafira,ini Juki/Kysa *menunjuk ke Kysa,dan saya Giovanni." kaya Giovanni "dan aku dan Shafira dari Ravenclaw dan Tere dari Gryffindor." tambah Giovanni
"pantas kami tidak mengenalmu.aku Jovito Macmillan dari Hufflepuff." kata Jovito
"aku Rafi Lestrange dari Slytherin." kata Rafi dengan gaya sinisnya
"dan aku Kevin Black dari Slytherin." kata Kevin yang sedang memamerkan tompelnya.
"hmm lalu si Kysa itu dari asrama mana?" tanya Jovito
"dia adik kami dia murid baru jadi belum di tentukan asramanya."kaya Giovanni dan Shafira
"ooo kalau begitu salam kenal." kata Jovito
"salam kenal." kata Kysa
"pakai seragam dulu yuk!" ajak Tere
"ayo!!!!!" kata yang lainnya


Ketika mereka sudah selesai mengganti seragam dan mereka turun dari kereta
"hmm kami pergi duluan ya!" kata Jovito dan teman-temannya
"baiklah,sampai jumpa." kata kami

lalu tiba-tiba ada 2 orang gadis yang mendekati kami.
"hi Shafira,Tere,Giovanni!" sapa kedua gadis itu dengan ramah.
"hi juga Kiki Granger dan Evita Potter!" sapa Tere,Shafira dan Giovanni
"ini adik kalian yang mau masuk IHSW itu ya?" tanya Kiki
"iya! namanya Juki tapi bisa juka di panggil Kysa." kata Giovanni sambil mengobrak abrik tas Juki mencari tongkatnya yang di titipkannya kepada Juki.
"ooo salam kenal kami dari Gryffindor!" kata Evita dan Kiki
"salam kenal juga." kata Kysa
"hei Tere kamu sedang apa?" tanya Shafira
"eh.. aku sedang mencari tongkatku juga,tapi ngak ketemu-ketemu." balas Tere
"itu tongkatmu Tere! tongkatmu kamu selipkan di kupingmu!*di idung juga boleh *di timpuk sendal.." kata Evita sambil tertawa dan Tere pun tersipu malu .
kami pun ikut tertawa.

Ketika mereka sedang tertawa terdengar suara yg mengelegar dari proff.Hagrid "MURID-MURID IHSW DI HARAP MENGIKUTI SAYA!!!"

"ayo ikuti Proff.Hagrid!!" kata Kiki
"ayo!!" kata Tere,Evita,Shafira,Giovanni,dan Kysa

sesampainya di gerbang sekolah IHSW.tiba-tiba ada 2 orang anak yang membuang kulit pisang sembarangn dan membuat Evita dan Kysa terpeleset
"Aduh!!!" kata Evita dan Kysa
"HEY KALIAN!,KALIAN TIDAK BOLEH MEMBUANG SAMPAH SEMBARANGAN TAU!!!!" teriak Shafira yang tadi pagi juga terpeleset kulit pisang.
"huh enak saja kau!! justru kau yg sembarangan tau!!!!" kata anak tersebut yang ternyata bernama Windha yang juga dari Ravenclaw
"iya justru kau yang sembarangan!!!" kata temannya yang bernama Qiya
"ya sudah kita pergi saja yuk!! lagi pula acara Sorting Hat sebentar lagi mulai." ajak Tere
"baiklah." kata Evita,Kysa,Giovanni,Kiki dan Shafira

mereka pun masuk ke Great Hall IHSW.

"ngomong-ngomong kalian tidak apa-apa kan Kysa dan Evita??" tanya Kiki
"kami tidak apa-apa koq..." kata Evita dan Kysa

ketika acara Shorting Hat mulai.nama Juki Sana Lovegood pun di panggil dan Shorting Hat bilang: "RAVENCLAW!!"

Kysa pun bergabung dengan anak-anak Ravenclaw yang lain termasuk kakak-kakaknya.

BERSAMBUNG DI PART DUA DI FB KIKI BALQIS  wookeeehhh...yg belum kebagian peran menyusul di part2 atau selanjutnya

maaf jika ada peran yg terlalu singkat danceritanya kurang menarik. sekian terima kasih

IHSW. part 3{po.op asep}

CONFUNDO PORTKEY
          “ Apakah kita sudah aman?”Tanya Hannah kepada kelinci. Well, alibi ku menunjukkan bahwa kita sudah berhasil kabur dari rumah perempuan sinting itu. Kelinci bergumam. “Baiklah dimana portkeynya?” sambung potter. “Sepertinya aku melewatkan sesuatu yang berdecit”, kelinci mengobrak abrik akar daisy yang berada di pojok jalan buntu tersebut. ‘Well ini dia’. Kelinci mengambil sebuah perkamen tua bertuliskan GET OUT FROM ME! Luna tampak kebingungan akan hal tersebut seraya berkata. “apa kau yakin Mr. Rabit? Apakah  kau yakin ini portkeynya?”. Ya tentu saja, aku tak pernah salah sejauh ini nona pucat. Gumam kelinci. “Get for ready Guys, we will arrive on Hogwarts As soon as possible.” Hannah tampak tidak sabar akan menyentuh cahaaya berkilauan dari perkamen lusuh itu. “OK, aku akan menghitung mundur dan bersiaplah,!” Kelinci memasang aba aba untuk mereka dan 1,2,3. Mereka menyentuh portkey itu dan seketika menghilang dari sudut jalan buntu itu, dengan teriakan terakhir dari Luna tentunya.. itu sedikit mengganggu dan berbunyii WOKWOKWOKWOK… ƪ(˘_˘'!|)ʃ
Knockturn Allay
            ARGHHHH. *brukkkk suara mereka  jatuh dari lubang diatas udara yang entah dari mana asalnya. Mhhh, sepertinya ini tidak begitu menyenangkan. “keluh Potter”. “Yea untuk beberapa saat kau perlu merapikan kukumu potter!”. Kelinci bangun darii tumpukkan salju dan tampak kebingungan. “Tempat apa ini? kenapa kita ada disini?” Hannah bertanya ketus kepada kelinci. Well, guys aku pun belum pernah mengunjungi tempat ini, KNOCKTURN ALLAY? Tempat maacam apa ini? Gumam kelinci. Hufft, luna menahan nafasnya dalam. “kita tidak bisa terus diam disini, kita harus sampai di kastil sebelum jam 8 malam,”. “Ya atau tidak kau akan tinggal di kandang OWL bersama para burung hantu” Celoteh Hannah. “Knockturn Allay, tempat berkumpulnya penyihir Allay, apa maksud dari papan wilayah ini?” .Potter tampak seperti orang yang kehilangan matanya. Tampak seseorang menghampiri mereka, dari kejauhan orang itu berambut diikat, berslayer biru dan sangat kumal sehingga stocking nya terlihat robek, ia pun menghampiri Potter dan kawan kawan seraya berkata “ Apakah kalian Calon siswa IHSW?”. Potter,Hannah, dan Luna tampak kebingungan kecuali kelinci yang sepertinya sudah mengetahui ssosok wanita aneh tersebut. “Siapa kau? Jangan coba untuk macam macam ya!” Hannah maju kedepan sembari mengacungkan wand Leprechauntnya kea rah wanita kumal tersebut. “Hahahaha jangan takut dear, aku tidak akan mencelakaimu. Tenang saja.” Wanita itu menorehkan wand Hannah sambil memakan berttie boots. “ Senang bertemu denganmu miss Allya” sambut kelinci hangat. “ kau kenal wanita ini kelinci?’ Tanya potter halus. “Ya tentu saja karena wanita ini adalah prefek kami, prefek asrama Ravenclaw.” . Potter, Luna, dan Hannah pun terkejut akan perkataan kelinci dan langsung minum aer kobokkan ƪ(˘_˘'!|)ʃ.” Hahahah, itu hal biasa,aku sudah sering mengalami peristiwa seperti ini”. Sambung wanita itu dengan logat jawanya yang medok. “Ngomong ngomong kenapa kalian masih disini, sebentar lagi petang dan kelihatannya kalian murid taun pertama, hmm apakah kalian tidak ingin menyaksikan upacara Topi seleksi?”. Potter menjawab “ well tentu saja kami mau, tapi bagaimana caranya kami sampai ke kastil, sedangkan ini sudah pukul 5. 30 sore. Itu sangat mustahil. Diperlukan waktu lebih kurang 3 jam untuk sampai ke kastil dari sini.” “HAHAHAHAHa kalian jangan khawatir, kalian akan sampai dengan sekejap dikastil tanpa menunggu lama karena itu hal yang mudah.” Luna mendengarkan dengan serius dan lekas bertanya,” bisa kau menunjukan caranya kepada kami miss?”.. “ Well dengan senang hati! PAT GULILIPAT . Allya mengikat mereka ber 5 termasuk dirinya sendiri, dan dengan bersamaan datanglah segerombol ibu ibu wizard pkk yang mungkin sedang berjoging ria, dan menyepak mereka ber 5, hingga akhirnya sampai di luar pagar kastil IHSW ƪ(˘_˘'!|)ʃ(asoy dah!!!)…
Ceremony will Beginning
            “Wow megahnya apa ini sungguhan?” Hannah terkagum kagum melihat bangunan IHSW yang amat megah dan berkilauan(lebay).  “Ayo segera kita masuk untuk apa berlama lama disini.” Ajak prefek ravenclaw. “baiklah!” Potter, Hannah, dan Luna menjawab dengan serempak. “COLLOPORTUS” Allya mengacungkan wandnya ke depan pintu gerbang kastil seraya berbunyi sesuatu yang berdecit dari pintu kastil itu. NGEKKKKKKK.. mereka memasuki halaman depan Kastil IHSW dan tampak ramaii sekali murid murid baru mengenahkan jubah kelamnya yang mengkilat hilir mudik kesana kemari. “ Nah, kami sudah mengantar kalian sampai kesini dear, sekarang kami harus menemui teman teman kami” kelinci pun berlari menuju ke dalam ruangan kastil dan disusul oleh Allya. “Katakan aku tidak bermimpi!”. Hannah terus menjkambak rambutnya sendiri dan sesekali memutar bola matanya.” Kau tidak bermimpi Hannah, ini sungguhan. Kau telah menyaksikan ratusan penyihir muda berdiiri di depanmu.” Terkadang Luna bijak dalam hal yang tidak terlalu penting. “Hello Stinky Potter!”. Terdengar suara yang sangat menyebalkan dari belakang tumpukan jerami di samping mereka, ya itu adalah suara si anak pirang Marvolo Gaunt, matanya yang tajam dan meremehkan itu membuat Potter dan teman-temannya sebal. “Hello Gaunt, apa maksudmu?” Tanya Potter Heran. “Well Tidak ada, semoga kau dan temanmu tidak menginjak asrama sang darah murni nanti malam, see you Potter!” lagi lagi Marvolo meninggalkan mereka dengan kesan yang tidak menyenangkan. “ Sudahlah Potter jangan kau terlalu pikirkan orang asing itu” Luna berkali kali membujuk potter agar tidak bersedih. “Ya itu benar untuk apa kita memikirkan pria aneh berambut pirang itu,lagipula kita juga tidak mengenalnya sebelum bertemu di Hogwarts Express.”. Hannah tampak berbicara dengan nada kesal dan menggerutu. “ ya, tetapi apa maksudnya asrama darah murni?, aku sangat penasaran apa yang ia maksud.” Potter tampak sangat pucat mungkin karena rasa penasarannya yang begitu mendalam. “ Ehm, maksudnya adalah asrama Slytherin.” Luna menjawab. “hah, slytherin? Mereka hijau, berlendir, licik dan aku menyesal mengatakan bahwa mereka asrama termasyur di sini -_-.” Hannah memotong pembicaraan luna. “ Well, jika begitu apa kalian yakin kita akan masuk asrama yang tidak bersahabat itu?” Tanya Potter kepada Hannah dan Lunaa. “ Sepertinya tidak, hahaha kau bercanda Potter.” Luna tertawa kecil sambil menggaruk keteknya ƪ(˘_˘'!|)ʃ..” Tunggu apalagi Guys, ayo segera kita menuju Aula besar, para murid mungkin sudah berkumpul disana sebelum 1 jam lagi persiapan.” Hannah tampak tidak sabar akan momentum ini..
*LATAR MUSIK HEDWIG THEME* BISA DI DOWNLOAD

Headmaster Change  ♣
          Teng… Teng… Teng,,, tampak jam tua pada dinding berdentang menunjukkan bahwa sudah pukul 8 malam dan tampak anak anak IHSW yang menunggu para murid baru di meja asrama mereka. “Professor Gonaggal, Professor Gonaggal.” Panggil Professor Dumbledore. “ Ya ada apa Professor Albus?” sahut Professor Gonaggal. “ Aku ingin mati sekarang, mood q untuk mati semakin besar. Cepat kau panggil Snape.” Perintah Dumbledore kepada Minerva. “ BAiklah Professor, akan segera kupanggil.” Professor Minerva mengacungkan wandnya yang sangat berkilauan itu ke udara seraaya berkata “ACCIO SNAPE” ƪ(˘_˘'!|)ʃ tetapi yang terpanggil hanyalah pakaian dalam  snape, Professor Gonaggal Lupa akan mantra Accio yang tidak begitu kompleks untuk memanggil benda hidup. “ Ada apa kau memanggilku Minerva?, kau terlihat sangat tidak sopan hari ini!” Gerutu snape sambil berlari dengan daon pisang kea arah Minerva. “ Oh akhirnya kau datang juga Snape, Aku sekarang ingin mati, aku tak kuat akan penyakit diabetes yang telah menggerogotiku selama berpuluh puluh taun ini.” Muka Dumbledore  tampak memelas. “ Jadi apa yang kau mau dariku professor?” Tanya Snape dengan raut wajahnya yang gelap. “ Aku ingin mati ditanganmu snape, cepat sekarang lakukan, dan wasiatku untuk Flitwick yang menggantikanku sebagai kepala sekolah IHSW yang baru, karena ia adalah guruku dulu,” Dumbledore tampak kelelahan, hal itu terlihat dari nafasnya yang terengah engah. “ Baiklah jika itu maumu professor.” Snape menarik nafasnya dalam dalam dan mengacungkan Wandnya ke udara seraya merapalkan TU-RAN-TUH-LEG-RAH , dengan sekejap Dumbledore berjoget waka waka ditemani oleh Minerva dan snape yang terbawa suasana, Hal ini membuat Dumbledore kelelahan dan akhirnya mati di tempat. “ Snape kenapa tidak kau bunuh dengan kutukan kematian saja?” Tanya Minerva heran. “ Hei, menurut ilmu kesehaatan orang diabetes tidak tahan akan sesuatu yang membuatnya terlalu kelelahan!” Bantah Snape. “O.O”. Minerva hanya melongo seperti sapi ompong didepan snape. Tiba Tiba sang Goblin setengah manusia dating menghampiri mereka. “Professor Professor waktu sudah menunjukan pukul 8 apakah tidak sebaiknya upacara seleksi asrama segera dilaksanakan.” Ya itu adalah Professor Fillius Flitwick, perawakannya yang kecil dan suaranya yang nyaring seperti burung ciicit itu membuat semua orang gemas, (unyu unyu). “ YA sebaiknya segera dilaksanakan”, Minerva segera membenahi jubahnya yang sempat kusut karena habis menari waka waka. “ Hei Kenapa Dumbledore?” Flitwick menunjuk mayat Dumbledore yang tergelatak diujung jendela kantornya. “ OH itu, itu tadi dia mati karena ingin mati, dan ia menunjukmu sebagai kepala sekolah yang baru Professor flitwick.” Minerva menjawab dengan tergesa gesa sembari merapikan topi kerucutnya. “ APA kau sungguhan Minerva, oh akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan, tetapi apa tidak sebaiknya kita mengubur jenazah Dumbledore terlebih dahulu?”. Flitwick bertanya sambil ballet. “ Ah tidak usah, kelamaan sementara anak anak sudah menunggu” jawab Minerva. “ Oh ya sudah kalau begitu ayo kita segera menuju Aula Besar.” AJak Flitwick keada Minerva dan Snape yang berdiri di balik Lemari untuk mengenakan Jubah hitamnya. “ Tunggu sebentar.” Potong Minerva, Minerva pun tanpa Dosa menendang seonggok mayat Dumbledore ke luar jendela, sehingga Dumbledore terjatuh ke lubang yang seepertinya memang telah dipersiapkan sebelumnya. ƪ(˘_˘'!|)ʃ

♣BLOODY HELL CEREMONY♣
          Tampak begitu riuh sekali suasana aula besar malam itu ditambah dengan kemunculan para hantu Hogwarts seperti Bloody Baroon dan Grey Lady. Professor Mc Gonaggal berjalan menuju ke arah topi seleksi yang tergeletak diatas kursi lusuh diikuti di belakangnya para calon murid baru. “ Good Night My Child, selamat datang di Indonesian Hogwarts School of Witchcraft and Wizardry Great Hall, saya selaku Kepala sekola IHSW mengucapkan selamat kepada kalian yang terpilih menjadi murid disini. Well tidak Panjang lebar setelah perkenalan para professor an staff, Professor Gonaggal akan segera melakukan upacara Topi seleksi. “ Flitwick pun turun dari mimbar dan menuju meja para professor sambil mengenalkan satu satu professor di IHSW. “ Good Night Ladies and Gentlemen inilah Para staf and Prtofessor kita di IHSW” Dengan cebolnya ia hilir mudik kesana kemari. “ Good nigt, Children saya professor Minerva, saya mengajar transfigurasi disini dan saya sangat suka bila kalian masuk kelas saya dengan rajin.” Professor Minerva tampak berwibawa malam itu, dilanjutkan dengan perkenalan Professor Ramalan.” Selamat malam anak anak saya prof heidy trelawney ,apakah kalian suka meramal -_-“ Professor trewlaney tampak seperti orang mabuk malam itu, dan professor Lupin pun sigap untuk mengenalkan diri “ selamat malam , semoga kalian betah disini saya mengajar defence against from the dark arts di IHSW ini kalian bisa memanggil saya silicon atau shincan jika kalian mau.”. semua murid tampak saling berpandangan satu sama lain dan mulai merasakan sesuatu yang aneh. Selanjutnya professor Arithmancy, Professor Enda vector sahabat professor Minerva sejak lahir ƪ(˘_˘'!|)ʃ. “Selamat malam anak anak, apa kalian suka berhitung? Karena saya akan mengajarkan kalian betapa mudahnya arithmancy di IHSW ini. Salam kenal J”. Dan tidak ketinggalan professor Snape memperkenalkan diri dengan tatapannya yang dingin” Good Night, I hope you enjoy in my class, actually Potion!” para murid tampak ketakutan melihat sosoknya yang dingin. Disusul dengan professor dave dengan totok jawanya yang khas dan professor sprout, Madam Hooch juga Binns,” Well, my child sekarang giliran saya yang memperkenalkan diri kpd kalian, saya flitwick pengajar kelas mantra, padahal lebih suka herbology.” Flitwick tampak sedikit mengeluarkan balet andalannya malam itu. Akhirnya waktu untuk para staff mengenalkan dirinya satu persatu, dimulai dari madam Pomfrey seorang penyembuh di Hospital Wing,” Hai cin, apa kalian suka lagu ungu? Capcus cin” ƪ(˘_˘'!|)ʃ Para siswa sangat heran mendengar perkataan madam pompom itu, selanjutnya Filch memperkenalkan dirinya kepada semua murid “ Bagi yang melanggar akan saya hukum!” Wajahnya terlihat garang tapi menyedihkan.
“ WOKWOWKWOKWOK, Well my child sepertinya perkenalan kita sudah selesai, sekarang saatnya kita masuk ke acara inti yaitu seleksi asrama oleh topi seleksi peninggalan para pendiri Hogwarts,” Flitwick maju kedepan mimbar dan menyerahkan topi seleksi ke professor Minerva. “ Thank you Professor flitwick” Jawab Minerva. “ Baiklah anak anakku sekarang waktunya upacara seleksi asrama, upacara ini sangat sakral dan akan menentukan asrama apa yang ccocok untukmu di IHSW, baiklah sekarang saya akan memanggil daftar nama yangtertera di perkamen ini untuk maju satu persatu.” Minerva sesekali membenarkan kacamata bulatnya. “ Bella Widhy Prakasa” teriak Minerva, dan sesegera anak itu maju kedepan dengan perasaan yang takut dan cemas, sebenarnya didalam hatinya ia menginginkan untuk dapat masuk ke asrama… “ GRYFFINDOR” teriak topi seleksi. Dilanjutkan dengan “evita potter”. Wanita kecil itu segera menuju ke kursi topi seleksi dan mengenakannya, “Hmmm” Topi seleksi tampak kebingungan dan GRYFFINDOR. Tampak sorak sorai para murid grYffindor dari meja Gryffindor dan sambutan hangat dari prefek Gryffindor Nabillah Granger Dan Robby Potter. “ What Gryffindor again?, mengapa mereka sangat suka dimasukkan ke asrama lumpur itu.” James gaunt , seorang prefek slytherin sangat kesal dan geram akan upacara itu. Ia pun berniat untuk memanggil sang hantu jahil Peeves, tetapi hal itu sepertinya mustahil baginya karena kehadiran baron berdarah di aula besar,ia pun hanya menggerutu kesal. “Selanjutnya Luna Lovegood” Professor Minerva menggulung perkamennya dan memakaikan topi seleksi ke kepala Luna. “ Well you smart, Intellegent aand actually brave, so…I’m gotta confuse,, well RAVENCLAW” teriak topi seleksi, Luna berlari menuju ke meja Ravenclaw disambut meriah oleh anak Ravenclaw lain dan juga prefek mereka igede kasman dan Allya yang sempat ditemuinya di Diagon Allay bersama kelinci dan teman temannya. “selanjutnya OKARIYADI BLACK” sahut Minerva. Siswa itu menuju ke depan dan tampak sangat ketakutan, wajahnya memucat entah apa yang dipikirkannya hingga akhirnya mengompol.” Euh kau sungguh bau Tuan,” ucap Minerva, segera ia memasangkan topi seleksi ke  kepala Oka, dan Topi seleksi sejenak berpikir hingga hamper ketiduran “ HUFFLEPUFF” teriaknya. Oka disambut meriah oleh para siswa Hufflepuff di meja mereka dan mendapat sambutan hangat dari prefek mereka Afny dan Ais Diggory. “Selanjutnya Hannah Abbot” Minerva memasangkan Topi ke kepala Hannah dan HUFFLEPUFF. Sekali lagi para siswa Hufflepuff melemparkan topi mereka sambil bersorak, “ Cih membosankan” gerutu james gaunt. “ Marvolo Gaunt” teriak Minerva seraya membaca perkamennya dan memasangkan topi ke kepala anak tersebut, Topi seleksi terdiam dan bergidik SSSLYTHHHERINN. Marvolo melompat dan berlari menuju ke meja slytherin dan disambut hangat oleh anak anak slytherin termasuk prefknya James Gaunt dan disusul oleh Retno,Nurul, Nadinda serta Ian yang masuk ke asrama ular tersebut. Tampak sorakan dari meja Gryffindor mengenai peristiwa itu. Wuuuuuuu. The last “ Mister Potter” sebut Minerva dan tampaknya Minerva sudah tidak asing lagi dengan anak ini. “ apa benar kau mister Potter?” Tanya Minerva. “ Ya benar itu aku.” Sahut Potter. “ baiklah kalau begitu silahkan duduk”. Minerva memasangkan Topi seleksi ke kepala Potter dan terlihat kebingungan dari Topi Seleksi, apakah ia akan menaruh Potter di asrama Gryffindor, Ravenclaw, Hufflepuff, atau Slytherin. Tampak suasana sunyi di dalam aula besar kecuali terlihat maadam pompom yang sibuk berdandan ƪ(˘_˘'!|)ʃ. “ Well, kau pemberani, cerdas, setia kawan dan juga ambisius, aku bingung untuk menempatkanmu tuan.” Ujar Topi seleksi, dan untuk waktu yang agak lama akkhirnya sang topi seleksi memutuskan dan berteriak HHHHHGRYFFINDOR… “ yey sambut anak anak Gryffindor kepada Potter, Potter berjalan menuju kerumunan untuk ke meja Gryffindor.  “ well, so much  Potter, sudah kubilang kau tidak akan memasuki asrama darah murni dengan status darahmu yang kotor itu.” Bisik Marvolo kepada Potter, tetapi Potter kurang memperdulikannya karena ia merasa senang dapat memasuki asrama  para ksatria tersebut.” THE CEREMONY IS DISMISSED” teriak Minerva sambil terbatuk, sepertinya  mulutnya sudah keluar busa karena sangat kelelahan. “ well Potter sepertinya kita semua harus berpisah sekarang, karena sepertinya kita harus ke asrama kita  masing masing.” Ujar Hannah kepada Potter.  Ya tentu saja itu mengasyikan dengan 3 asrama berbeda” jawab Potter, Luna hanya tersenyum kecil dan terlihat bahagia mendengar hal itu. “ WELL  MY CHILDREN sudah waktunya kalian untuk mengetahui wilayah kastil IHSW ini, para prefek akan memperkenalkan kepada kalan wilayah IHSW dan tentunya asrama kalian, maka dari itu saya perintahkan untuk para Prefek membimbing adik adiiknya. “ Flitwick berceloteh dibalik mimbar yang hampir tidak diketahui siapa yang berbicara paa saat itu.

IHSW....(PART 1){nabilah}

Pagi itu menunjuk pukul 07.00, Nabilah masih tertidur lelap di kasur reotnya. Tak lama kemudian, terdengar suara misterius yang sayup – sayup namun semakin lama semakin jelas suara tersebut! Karena suara tersebut, dia terbangun dari tidurnya. Dengan muka yang masam, rambutnya yang acak – acakan seperti tumpukan jerami, dia mengintip ke jendela di kamarnya. Dilihatnya seorang bapak – bapak dengan jaket berwarna hitam, sepatu bot, kacamata hitam (wow silau Man!!.) yang sedang mendorong sebuah gerobak yang penuh dengan aksesoris rocker sambil meneriakkan, “minyak…minyak..minyak…”  (=.=”!!).
 * Nabilah melempari bapak tersebut dengan sepatu buntut dari jendela
 * bapak-bapak tersebut tepar
 * Nabilah melanjutkan tidur dengan suara dengkurannya yang menggetarkan ruangan
.
            Jam dinding sudah menunjuk pukul 09.00, Nabilah segera pergi ke stasiun King Cross. Sesampainya disana, dia heran melihat hiruk-pikuk di King Cross.
Nabilah : Uoh….ramai banget.! Mereka pada ngapain yah.? Pada ngantri   sembako gratis? (ekspresi bego dengan mulut terbuka)
 Tiba – tiba seorang gadis menepuk pundaknya.
            Gadis :  Hai,! ( kata gadis itu ramah.)
Gadis tersebut membuat Nabilah berdecak kagum akan rambutnya. Gadis itu memiliki rambut hitam panjang yang sangat kusut seperti rambut kuntilanak dan teman – teman kecil yang menghiasi rambutnya.
            Nabilah  :  Eh..hai juga ( melongo, seperti melihat penagih kreditan )
Gadis     : Siapa namamu? (tanyanya sambil unjuk gigi pepsodent…wooh silau!)
Nabilah : Aku Nabilah, dan siapa namamu? (mnjwb sperti diinterogasi)
Gadis  : Namaku Tere, dan hari ini aku akan mengikuti tahun pertamaku di        IHSW.  ( keep unjuk gigi )
Nabilah  : Oh, aku juga begitu (ekspresi bego)
Gadis :Ayo, kita naik kereta sekarang! Nanti kita kehabisan compartement!
* Menarik tangan Nabilah dengan semangat dan lari secepat kilat sperti d kejar penagih   hutang
            Nabilah : Semoga tnganku tidak putus.. u.u (ngmong dlem hati)

Mereka pun naik ke kereta,memang benar kata Tere. Walaupun mereka berdua sudah lari secepat kilat untuk mencari compartement,mereka masih saja kehabisan compartement. Kemudian mereka berhenti di sebuah compartement
Tere    : Kita disini saja, yang lain penuh (tampak putus asa, seperti mendapat tugas berat, disuruh cebokin anak troll )
Nabilah : Eh..baiklah (.bersyukur krena tere berhenti menarik tangannya U.U)

Di compartement tersebut ada seorang gadis seumuran mereka berdua yang sedang membaca sebuah majalah dengan sangat serius (sangking seriusnya tidak mengedip )
            Tere    : Hai.! Bolehkan kami bergabung dengan mu? (harap2 cemas)
Gadis tersebut hanya diam dan mengabaikan Tere.
            Nabilah  : Hai cin.! Aduh cin..yg laen penuh, kami gabung ama kmu ya
                           cin…!
            Gadis   :  ( menutup majalah ) Oh tentu saja cin.! Masuk yuuk.!
            Tere     : Ngek.! Y,Y
*mereka berdua duduk dihadapan gadis tersebut
            Tere        :Oh ya, namamu siapa.?
            Gadis      : Namaku Ajeng (tidak melepaskan pandangan ke majalah)
            Nabilah  : Hai saya Nabilah.
            Tere       : Dan saya Tere. Oh ya majalah apa yang kamu baca?
            Ajeng     :  (menutup majalah) Aku sedang membaca majalah masakan.
            Tere     : Oh
Tiba – tiba ada seorang gadis yang juga seumuran mereka membuka pintu compartement mereka.
            Gadis    : Hai.! Boleh saya bergabung
*semua mata tertuju ke gadis tersebut. Gadis tersebut berkacamata dan rambutnya hitam panjang.
            Ajeng   : Oh tentu saja
            Tere     : Ayo masuk
            Nabilah : Moooo ( melongo)
Gadis tersebut duduk disebelah Ajeng.
            Ajeng : Namaku Ajeng. Siapa namamu?
            Gadis  : Namaku Zsa
            Tere    : Aku Tere
            Nabilah : Dan aku Nabilah. Salam Kenal
            Zsa       : Senang bertemu kalian.
*kereta mulai berangkat.
Di compertement mereka berbincang – bincang tentang WizardWorld.
Nabilah      : Oh ya, nanti di IHSW kita ngapain..??
Tere           : Tentunya kita belajar tentang sihir. Nanti kita tinggal di asrama
Ajeng         :  Oh ya, kalian mau masuk asrama apa.??
Zsa             : Klo aku Gryffindor.!
Ajeng         : Tere?
Tere           : Gryffindor tentunya. Kamu sendiri?
Ajeng         :  Eh…sama Gryffindor, dan Nabilah??
*semua  mengarah ke Nabilah, seperti Nabilah sudah mencuri batang emas O.O
Nabilah      : auk ah gelap. T.T” Asrama apapun yang menjadi asramaku, itulah
                     yang terbaik untukku.
Zsa             : Jawaban yang tepat.
Setelah beberapa lama berbincang,
Nabilah     : Berapa lama lagi kita sampai.?
Tere           : Eh sekitar 45 menit lagi
Nabilah     : Yah..masih lama
Semua diam, keheningan terjadi seperti di kuburan. Hanya terdengar suara sepasang jangkrik yang sedang pedekate sama suara kereta tua.Di depan compartement terlihat  Ibu penjual cemilan sedang lewat.Setelah cukup lama keheningan terjadi,
Ajeng        : Borring gak si bo’? ( bertnya dgn lesu )
Nabilah     : Ember.. (juga dengan lesunya)
Zsa            : Kita ngemil aja yuuk.!
Tere          : Yuk mariii...(smbil garuk2 keytek)
Lalu Zsa memanggil Ibu penjual cemilan itu yang sedang berada di compartement sebelah. Ibu tersebut gendut, memakai baju putih dan celemek warna – warni seperti pelangi dan mendorong kereta yang berisi cemilan – cemilan wrna - warni yang menggugah selera.
            Tere        : (ngences melihat kereta cemilan)
            Nabilah  : (ikut-ikutan ngences)
            Ajeng     : (melihat ke arah Tere dan Nabilah) Wooohh..!
            * balik ke compartement
            * ambil ember
            * kembali lagi ke keretan cmilan
            * narok ember di kaki Tere dan Nabilah untuk nampung ngencesan
            Zsa         : Wau penuh.! (melihat kearah ember.Berharap bisa menci2pinya)
            Ajeng     : (cekikikan)
Mereka tidak sendirian yang sedang membeli cemilan. Di ujung satu lagi kereta, terdapat dua laki – laki yang sedang memilih cemilan. Satu tinggi, dan satunya lagi lebih rendah.
            Ibu pnjual  : Kalian mau beli apa? (brtnya k arah Nabilah )
            Zsa         : Coklat kodok 4 dan jus labu 4.
                             Biar aku yg byar smua (bicara ke aaraah Ajeng )
Saat Ibu penjual sedang melayani mereka, datang dari arah belakang seorang gadis yang bernama Natsumi Hana, bisa dipanggil Hana.
                        Hana       : Dooblenya dua…. Woow tampan juga pria itu
                        Nabilah  : Siapa yang kau maksud?
                        Hana       : Pria yang tinggi itu.
            Kedua pria itu kembali ke compartementnya.
                        Tere       : Siapa dia?
                        Ajeng     : Dia I Gede Kasman. Banyak gadis yang suka sama dia. Jadi tidak heran
                        Zsa        : Dan siapa pria pendek disebelahnya?
                        Ajeng     :  Oh itu., Dia Robby
                      Ibu pnjual : Ini pesanan kalian Miss
                       Zsa         : Oh ya makasih (mengambil makanan dan memberikan uang)
                       Nabilah  : Kami duluan yaah (bicara ke Hana)
                       Hana      : Okelah kalau begitu.
Lalu, mereka berempat kembali ke compartementnya. Mereka memakan coklat kodok dan jus labu dengan lahapnya seperti sudah tidak makan 3 hari u.u

Setelah beberapa lama, terdengar suara yang berasal dari ruangan Kondektur….
SALAM SIHIR.! PERHATIAN UNTUK SELURUH MURID IHSW..KITA AKAN SAMPAI, MOHON BERSIAP – SIAP..MAKASIH CIINN..CAPCUS CIN.”
            Nabilah      : Dasar kondektur keong racun.! ƪ(˘_˘'!|)ʃ.
            Ajeng          : (cekikikan)
            Tere            : Ayo kita pakai seragam
*Mereka segera memakai seragam IHSW,
*kereta pun berhenti
            Mereka semua turun dari kereta berdesak – desakkan dengan murid lain, seperti ngantri beras gratis.. ƪ(˘_˘'!|)ʃ.
            Saat mereka masih mengantri untuk turun dari kereta, tidak sengaja Nabilah menabrak seorang siswa laki – laki sampai siswa itu terjatuh.
            Nabilah    : Eh maaf yaah. (muka polos)
            James       :  Dasar idiot kau! (ktnya kasar dengan raut muka jutek seperti muka rentenir yang punya hutang segunung )
                                                                                                                        to be continued..... :D

Nb : Mhon maaf jka crtnya jeleg, dan maaf bgi pmeran jika gk stuju sma tngkah lkunya.ini smua hnya utk kidding...
       dan ini baru PART 1.. ntar yg laen masuk di part2 selanjutnya..
      dan ditunggu coment, kritik dan saaraan...

Makasihh........ :D (melongo)

Three Broomstick{nando}

Siang itu hari menunjukkan pukul 13.00,biasanya di saat seperti itu para siswa lebih suka menghabiskan waktu tesebut dengan berbincang ataupun bersenda gurau diAula Besar,begitu juga dengan Hermione Granger."Mana Ron?" Tanya Harry yang dari tadi sedang sibuk mengunyah daging asapnya."Oh dia sedang berada dikantor Snape,tadi Ron dipanggil olehnya,aku harap Ron tidak membuat masalah lagi dengan nya"jawab Hermione sambil meneguk minumannya."Snape itu memang selalu menyebalkan"."Tidak juga kurasa dia hanya tegas"."Apakatamu tegas?"ujar Harry dengan mata terbelalak seolah tak percaya dengan apa yang dikatakan Hermione."Ya sudah lah lupakan,oh iya sebentar lagi kan pesta dansa Three Broomstick,siapa yang kau ajak?"tanya Hermioe seraya memasukkan buku kedalam tas nya."Aku belum mengajak siapa-siapa,lalu bagaimana dengan mu,siapa yang mengajakmu?"tanya Harry balik."Belum ada yang mengajakku kurasa aku takkan ikut,kupikir lebih baik kau mengajak Ginny saja sebelum dia diajakorang lain"ujar Hermione sambil meliri ke arah Ginny yang sedang duduk bersama Parvati.""Aku tidak yakin kalu dia belum diajak sama orang lain"ujar Harry lesu.
tiba-tiba terdengar kerusuhan yang tak jauh dari mereka."Ginny apakah kau mau pergi ke pesta dansa nanti bersama ku"ucap Michael Corner membuat semua orang melihat kepada mereka berdua .semua laki-laki yang melihat tindakan Corner tidak tinggal diam,para laki laki pun berlomba-lomba mengajak Ginny,Ginny yang melihat hal itu langsung berlari keluar Aula Besar."Harry kau mau kemana?"tanya Hermione yang melihat Harry berlari keluar Aula Harry tak menghiraukan panggilan dari Hermione"Huh dasar laki-laki,lebih baik aku keperpustakaan saja"ucap Hermione sambil bergegas dan berjalan keluar Aula Besar.
Saat Hernione berjalan dikoridor ia berpas-pasan dengan seorang laki-laki tinggi dengan rambut platinum,siapa lagi dia kalau bukan Draco Malfoy putra mahkota seorang Lucius Malfoy."Sendirian Granger,mana kedua teman bodohmu itu potty dan sidarah penghianat itu?"tanya Draco dengan nada yang sinis."Bukan urusan mu Malfoy"ucap Hermione dgn muka merah padam."Kebetulan ehm begini Granger sebentar lagi kan pesta dansa Three Broomstick maukah kau pergi bersamaku"ucap Draco dengan senyuman pun tersenyum manis mendengar kata-kata malfoy dan berkata"Tentu tidak bodoh!"."Apa! kata malfoy sambil mengacungkan tongkatnya kearah Hermione dan siap merapal kutukan untuknya,namun sayangnya Draco kalah cepat dengan Hermione."Levicorpus"ucap Hermione seraya mengacungkan tongkatnya kearah Draco dan dengan sukses membuat Draco terpental jauh darinya."Usaha yang bagus Malfoy"ucap Hermione sambil bergegas meninggalkannya sendirian tak berdaya.
*sesampainya diprpustakaan
"hmm…buku yang mana yah yang akan kupilih,ini sudah yang ini juga sudah"tiba-tiba mata Hermione tertuju pada suatu buku yang berwarna hitam yang bertuliskan "Macam-Macam Ramuan",Hermione pun mendekati buku itu,pada saat tangannya menyentuh buku itu ternyata tangan sesorang juga sedang memegang buku itu. "Hi Hermione"sapa Ron, "Hi Ron,dapatkah kau melepaskan peganganmu dari buku ini,karena aku sudah terlebih dahulu mendapatkannya". "Oh tentu saja tidak bisa,aku dulu yang mendapatkan buku ini,lagipula aku disuruh oleh Snape untuk mempelajari macam-macam ramuan dari buku ini". Sampai pada akhirnya tak ada yang mau mengalah terjadilah aksi saling rebutan diantara keduanya hingga buku tersebut jatuh jauh dari pun mengeluarkan tongkat dan bersiap untuk merapalkan mantra pemanggil " Accio"namun saying buku tersebut terlebih dulu berada dalam pelukan Ron. "Ron berikan buku itu pada ku segera!"bentak Hermione pada Ron. "Aku bilang tidak mau".
Akhirnya aksi saling rebutan pun terjadi kembali sampai pada ahirnya mereka berdua pun jatuh bersama dengan posisi wajah pun tak dapat menahan tertawa pada saat ia melihat rona merah pada pipi ron begitu juga dengan ron akhornya meereka berdua pun tertawa sampai airmata mereka menetes."ya sudah buku ini untuk mu saja,"ujar Hermione sambil melepaskan pegangan nya dari buku. "oh tidak,untuk mu saja"."Tidak,tidak,tidak Ron buku ini untuk mu kau yang lebih memerlukannya"mau tak mau Ron pun menerimanya "Oh iya apakah kau sudah punya pasangan untuk pergi kepesta three broomstick?" tanya Ron penasaran "Ehm..belum"jawab Hermione dengan senyum. "Kalau begitu maukah kau pergi bersamaku" tawar Ron, "Ehm..tentu saja aku mau". "Benarkah kalau begitu aku akan menjemput mu besok jam 9" "Oke lah kalau begitu"ujar Hermione sambil melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan.
~The End~
Hah akhirnya kelar juga FanFic pertamanya,
Ditunggu Masukan,Kritik,Saran,dan Komentarnya terimakasih
#Chaw

Minggu, 02 Januari 2011

IHSW. part 2{po.op asep}

Bunyi kereta yang memekaakan telinga itu membangunkan tidur potter yang ia kira hanya sebuah raungan kucing kecil ditelinganya, iapun mengambil kacamatanya di dekat jubahnya yang ia gantung disisi sebelah kanan tempat ia menyenderkan kepalanya dan melihat disekelilingnya hanya terdapat bungkusan coklat kodok yang tertumpuk oleh buku buku tebal berdebu,’hei Hannah’ apa kau mendengarnya? Tangan mungil potter menepuk pundak Hannah yang sedang tertidur pulas…’Ya potter ada apa? ‘jawab Hannah dengan mata yang masih terlihat sangat kantuk.’Well Hannah coba kau dengar sekali lagi suara itu!”. ‘baiklah mister potter. Hannah hanya menatap pandangan seriusnya ke potter dan mencoba untuk berkonsentrasi mendengarkan suara yang arahnya berasal dari ruangan kondektur.’PERHATIAN KEPADA SLURUH MURID IHSW ,KERETA AKAN SEGERA SAMPAI TUJUAN, MOHON UNTUK PERIKSA BARANG BAWAAN ANDA’. ƪ(˘_˘'!|)ʃ..suara yang sayup sayup  itu ternyata sebuah tanda jika kereta akan segera sampai tujuan. ‘Luna, Luna…” bisik Hannah pelan kepada Lonny yang sedang tertidur pulas dihadapannya dengan suara dengkuran yang cukup keras.(prêt!)…’ada apa Hannah?’ jawab luna sambil mengalihkan pandanganya ke kaca.. ƪ(˘_˘'!|)ʃ.
“kita hampir sampai luna”. Balas Hannah dengan girangnya.”YUP kita hampir sampai di IHSW castle” Potong james potter. Luna hanya tersenyum kecil sambil mencoba untuk membereskan rambutnya yang terlihat seperti bak sampah.Luna mengalihkan pandanganya ke kaca kereta disisi kanannya ,Terlihat papan lusuh berwarna merah bertuliskan welcome to IHSWƪ(˘_˘'!|)ʃ. Terlihat kebahagiaan yang luar biasa dari raut wajah anak anak di dalam kereta Hogwarts itu, sesekali mereka berteriak mengagungkan sekolah sihir yang sebentar lagi akan menjadi bagian hidup mereka.

♣DIAGON ALLEY IHSW

Lihat  itu! Potter menunjuk ke sebuah tempat yang sangat ramai dan terlihat seperti pasar dan berisi orang orang yang mengenakan mantel bulu dan jubah. ‘Ini Diagon Alley’ Luna meyakinkan kedua penyihir cilik itu.: diagon alley?’ Potter tampak bingung dan sesekali menggaruk keplanya. ‘Ya Diagon alley adalah tempat dimana kau menemukan segala perlengkapan dan kebutuhan sihirmu Mr.Potter.’ Sambung luna dengan gaya sintingnya.”baiklah bolehkah kita berkeliling sebentar untuk membeli peralatan sihir diisni?’Hannah terlihat sangat bersemangat dengan mantelnya yang lusuh. ‘siapa yang menolak?’ potter menjawab dengan sangat tegas dan berharap untuk segera berkeliling. Berdiri sebuah papan bertuliskan IHSW Wand Shop. Mereka bertiga segera memasuki toko tersebut yang pintunya sudah terlihat sangat tua dan tidak terawatt. “Permisi., apakah disini ada orang?” Potter berkata dengan suara sedikit agak ketakutan. Ruangan toko itu tampak gelap hanya terdapat 2 lemari besar yang dipenuhi sarang laba laba dan tampak sangat menyeramkan ditambah suasana yang gelap dan lembab. Terdengar suara menyapa yang agak ringkih dari sebuah tangga. ‘Hello Children’. Sesosok lelaki tua menuruni tangga dan bayangannya terpantul di sebuah dinding disampingnya. Potter dan Hannah terkejut dan amat ketakutan dengan hal itu, mereka berpikir mereka telah memasuki tempat para penyihir hitam. Luna hanya tertawa kecil dan berkata kepada mereka berdua.” Hello teman itu adalah mister Ollivander pemilik toko ini, kalian tidak perlu takut, ia sangat baik kepada murid tahun pertama seperti kita.” Ollivander hanya tersenyum dan menghidupkan lilin sihir miliknya. Well Children selamat datang di toko saya, ada yang perlu saya bantu?” ollivander tampak ramah kepada mereka dan mengajak untuk melihat lihat koleksi wand miliknya. “um.. apa wand yang cocok untukku mister Ollivander?” Tanya luna kepada Ollivander dengan gaya cerianya. “Hm.. kau anak yang periang nona, sepertinya kau bisa menggunakan wand ini sebagai teman sihirmu.” Ollivander mengajukan sebuah tongkat yang terbuat dari kayu vine 12 inch dengan inti rambut unicorn kepada luna.”tampak sangat indah dan sepertinya saya menyukainya” sambung luna. “untuk mengetahui wand itu bekerja dengan baik atau tidak kepadamu., kau bisa mencobanya nona dengan mengayunkan wand trsebut ke boneka harpy itu.” Ollivander meyakinkan Luna. Loony segera mencoba dengan mengayunkan tongkat sihirnya dan WUZZZ boneka itu melayang dengan sempurna dan layaknya penyihir professional.prok prok prok Ollivander, potter, dan Hannah memberi tepukan selamat kepaada Luna.
“Tongkat yang bagus Ollivander,,sepertinya aku  harus memilikinya, tapi berapa uang yang harus kubayar?
“sambung loony sambil mengelus elus tongkat barunya. “Cukup 15 knut dan kau bisa memilikinya” jawab Ollivander dengan ramah. Well mister potter apakah kau tidak ingin mencoba? “ Potter tampak ragu dan akhirnya perlahan mengangguk, “ yup, tentu saja pak” jawab potter sambil tersenyum kecil
“Hm,, kau adalah anak yang hidup, dan menjadi perbincangan orang di dunia sihir, kau sangat cocok untuk wand yang satu ini tuan potter” Ollivander menunjukkan wand dari rak berdebunya utuk pertama kalinya ia keluarkan . “ well wand yang cukup antik” celoteh Hannah. Ya wand yang terbuat dari kayu Holly berintikan bulu phoenix dengan panjang 12, 5 inch itu langsung menjadi pusat perhatian mereka. “hei mengapa kau tidak mencoba untuk mengayunkannya” Tanya Hannah yang sangat penasaran. Potter hanya terdiam dan sesekali memejamkan matanya. Lalu keluar sepercik  cahaya ungu dari ujung tongkat pertanda bahwa potter ialah tuan dari tongkat tersebut. “ayunkan potter ayunkan!” Bentak Ollivander.
Potter pun mengayunkan Wandnya sambil berkata “KEONG RACUN” sehingga dengan skejap Ruangan itu berantakan porak poranda….”OH no, Not again” Luna bergumam sambil mengigit sepatunya  ƪ(˘_˘'!|)ʃ (mulai gaje). Hannah dan potter kebingungan karena melihat tuan Ollivander terhimpit lemari besar dengan tubuhnya yang ringkih..”apa yang harus kita lakukan?’ Tanya potter kebingungan. “Well apa kata terakhir sebelum kau bertemu dengan bibi kantin sekolahmu?” celoteh Hannah. “M.. kabur” jawab Potter. “Ya itulah yang harus kita lakukan sekarang”Hannah menarik tangan potter dan Luna keluar toko tersebut tanpa membayar tongkat potter.
♣Keanehan yang tampak di Diagon Alley♣
            Tiga penyihir muda itu tampak heran dan berkeliing Diagon Alley untuk mencari peralatan Sihir mereka. “Hm sepertinya kita perlu mencari hewan peliharaan , diisni tetapi dimana ya.” Hannah bergumam sambil menggaruk rambutnya yang kumal terurai. Dari kejauhan  Seekor kelinci penyihir melompat lompat sambil membawa sekantong permen,, “Hei lihat itu! “ Luna menunjuk kearah kelinci aneh bertopi biru dan mengenakan salah satu seragam asrama Hogwarts. “hm hewan yang menarik bagaimana kalau kita mengikutinya” ajak luna. “Baiklah tetapi kemana arah kelinci biru tadi”. Potter dan Hannah tampak sangat kebingungan, wajah Potter yang pucat serasa ingin pingsan. Tak lama dari itu sesosok wanita berambut lurus panjang bertopi hitam kelam seperti nasi tumpeng lewat di hadapan mereka seraya berkata.” Hei apa yang kalian lakukan disini penyihir muda? “Wanita itu kelihatan masih muda dan agak sinting. “Kami hanya ingin mencari toko hewan peliharaan.” jawab potter. “HAHAHAHAHAHAHA Untuk apa anak anak?, bukankah tahun pertama di IHSW tak boleh membawa binatang?” wanita itu tertawa sekuat kilatan petir yang meluluh lantakkan diagon alley di siang bolong. 3 penyihir muda itu terkejut dan hanya terdiam ketakutan sambil memandangi wajah wanita aneh itu. “ baiklah anak anak jika kalian tak sungkan mampir ke rumahku akan ku beri minuman gratis untuk kalian hari ini karena aku sedang berbahagia”. Hannah maju ke depan perempuan itu seraya berkata “baiklah mad woman! Sekarang tunjukkan dimana kedaimu!”. Wanita itu hanya diam dan berjalan menuju sebuah lorong kecil dan sepertinya tak ada tanda tanda kehidupan disana. “hei Hannah apa kau yakin kita akan ke tempat perempuan sinting itu?” bisik luna. “ya tentu saja apa salahnya jika kita mencoba?’. Potter dan luna hanya mengangguk dan dari raut wajah mereka agak sedikit kesal. Mereka bertiga pun mengikuti jejak perempuan tadi sampai tibalah mereka di sebuah gubuk tua kecil yang ditumbuhi semak belukar dan tumbuhan tumbuhan aneh yang sepertinya merupakan species dari mandragora. “hello, anybody home?”.. Hannah mengetuk pintu wanita yang mereka tidak mengenalnya sekalipun. KRIEEEKKK, pintu reot tersebut terbuka dengan sendirinya dan munculah wanita itu di hadapan mereka. “welcome in my house my children” wanita aneh itu tampak ramah dan mempersilahkan mereka bertiga duduk di kursi santai lusuh yang tak tertata rapi di ruangan depan.” Maaf, bukannya aku tidak sopan tetapi siapa nama anda?” potter bertanya dengan hati hati.wanita itu hanya diam dan tiba tiba membalikkan badannya.” HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH  hai anak muda kau tidak mengenalku, Aku Madam Amanda Tuan tanah Diagon alley ini!”. “Madam Amanda?” Potter mengulangi nama itu dengan ekspresi bingung. “ya, aku baru ingat kau adalah orang yang berada di cover Hogwarts prophet edisi maret tahun lalu.” Luna memotong pembicaraan mereka berdua. “ tetapi mengapa kau tinggal menyendiri di gang sempit seperti ini nona?” Tanya potter kembali.” Itu tak penting bagi kalian, sekarang yang terpenting adalah kita akan makan sajian istimewa hari ini.” Madam Amanda  tersenyum sambil menunduk dan melihat matta potter dengan seksama. PRANG.. suara piring pecah tiba tiba terdengar  dari arah dapur. Mereka terkejut dan mencoba untuk memeriksanya. ‘ALOHOMORA’ madam amanda mengayunkan wand hazel dengan inti rambut unicorn ke pintu dapurnya yang tiba tiba terkunci. Mereka melihat dapur yang sudah sangat berantakan sekali dan penuh dengan permen yang berceceran dan makanan yang sepertinya sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan ke tiga penyihir muda itu. “APA YANG TERJADI PADA DAPURKU?” madam manda berteriak sangat keras sampai sampai rumah miliknya seolah terkena gempa.  Terlihat seekor kelinci biru melompat dari satu sisi lemari ke lemari berikutnya diikuti dengan seekor kucing gendut yang terlihat sangat menyebalkan. “ bukankah itu kelinci yang kita temui tadi?’ Tanya potter kepada Hannah dan Luna. “YA itu betul!” jawab luna dan Hannah secara serempak dengan mulut menganga. Kelinci itu melompat kebawah dan bersembunyi di balik jubah potter dengan wajah yang ketakutan. “ tolong saya” kelinci itu menarik narik jubah potter seraya menutupi kepalanya.” “hei kau bisa berbicara?” Tanya potter. “ ya, itu tidak penting, yang terpenting tolong aku dari kucing buntal yang akan mencuri permenkku ini!”. Kucing itu masih diatas sambil memandangi kelinci yang tampak ketakutan. “ hei knapa kau menganggap permen itu sungguh berarti?” potong luna sambil berusaha menenangkan kelinci. “ tentu saja karena aku sangat menyukai permen dan Si kucing gendut yang bernama Individualizz sii cat miiaw itu selalu merampasnya dariku karena ia seorang algojo di diagon alley .” Kucing itu hanya bergumam NYAM NYAM :9. “ baiklah kelinci tetapi apa yang harus kulakukan, dan apa untungnya aku menolongmu?’. Kelinci menurunkan tanganya dari atas kepalanya dan berkata dengan  halus. “ Gunakan wandmu, kau adalah penyihir sobat, jika kau berhasil aku akan menghadiahkan sebuah wand berintikan rambut leprechaur dengan kayu ivy .”.. Potter terdiam dan berkata. “ tetapi aku sudah mempunyai wand, lantas untuk apa lagi?”. Hannah memotong pembicaraan mereka dan berkata. “potter bisa kau membantuku utuk membantu kelinci biru itu, karena aku belum mempunyai wand?”. Potter mengangguk. “ baiklah Hannah aku akan berusaha tetapi apa mantra yang harus aku lafalkan, kita belum tau apa apa.”. madam Amanda tampak jenuh dengan kecelakaan ini dan pergi ke ruang tengah tanpa alasan. “ kau bisa menggunakan mantra yang sama pada saat kita di toko tuan ollivander kan?’ jawab Hannah. Dengan sekejap Kucing itu sudah menuruni lemari dan mencoba untuk menerkam sang kelinci “ POTTER LAKUKAN!”. Teriak Luna dan Hannah serempak. Potter berkonsentrasi dengan gerakan ke dua hewan mamalia itu dan entah apa yang dipikirkannya sehingga ia melafalkan “KEONG RACUN”. ƪ(˘_˘'!|)ʃ Sebuah kilatan cahaya ungu mengenai kucing itu dan kucing itupun mengempis, lalu kabur dari lubang jendela menuju diagon alley. “ terima kasih potter sesuai janjiku aku akan memberimu wand ini.” Kelinci itu membuka sebuah bungkusan dan terlihat sebuah wand cantik berhiaskan rambut leprechaur di pinggirannya. Potter mengambil wand tersebut dan menyerahkannya ke Hannah seraya berkata ke pada kelinci” terima kasih sobat”. “sama sama tuan”jawab kelinci biru itu. “ waw ini wand yang bagus “ Hannah Tampak senang dan sepertinya wand itu bersahabat dengan dirinya . “ Hei kelinci kenapa jubahmu seperti jubah murid IHSW?”  Potong Luna. “ ya  kau benar aku murid tahun ke dua disana dan kau tahu aku salah seorang murid dari asrama yang berisi orang orang cerdas yaitu Ravenclaw.”. Mereka bertiga hanya terbelanga mendengar perkataan dari  Kelinci yang tapak aneh tersebut, bagaimana bisa seekor hewan peliharaan masuk ke sekolah sihir. Madam Manda pun terdengar berteriak tak karuan dari ruang tengah sambil mengutuk ngutuk. “ . Sepertinya aku harus pergi ke Hogwarts sekarang karena upacara sorting hat akan berlangsung malam ini sobat J”. “Tunggu dulu. Bisakah kau mengantarkan kami kesana karena kami tak tau jalan menuju sekolah kami yang baru.” Tanya potter kepada kelinci.” Baiklah karena waktu sudah petang lebih baik kita melalui portkey, di ujung jalan sana.”. kelinci itu menunjuk ke perempatan jalan buntu dari celah jendela  madam Amanda. “ Ok, ayo kita kesana.” Luna yang tampak bersemangat tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya dibalik wajah pucatnya. “Tetapi bagaimana kita keluar dari sini, aku takut  madam Amanda tidak akan mengizinkan kita keluar karena kecelakaan ini.” Gumam potter. “ itu hal mudah kita kabur lewat jendela ini saja sobat.” Kelinci tersebut mengeluarkan wandnya seraya berkata “FLIPENDO”. PRANG!!!!! Kaca Jendela tersebut pecah dan mengagetkan madam Amanda. Mendengar hal tersebut madam Amanda kembali kedapur untuk memastikan apa yang terjadi.” “Ayo cepat kita kabur dari sini” ajak kelinci kepada ketiga penyihir muda itu, dan mereka pun menurutinya. Tak lama dari itu madam Amanda melihat kaca jendela dapurnya sudah luluh lantak. “ HEI DASAR KELINCI IDIOT KAU!” madam Amanda mengutuk ngutuk dari pecahan kaca jendela tersebut kepada mereka yang telah kabur dari rumahnya. (to be continued).

HP Gaje 4 the end

Harry, Hermione, dan Ron duduk dengan tenang di dalam kereta sihir yang akan membawa mereka kembali ke Hogwarts. Masing-masing dari mereka tampak begitu kelelahan, bahkan Ron dan Hermione sempat tertidur beberapa jam yang lalu. Namun tidak demikian dengan Harry, ia tidak sempat tidur, karena ia harus terus menerus mencukur rambut-rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Dumbledore telah meyakinkan dirinya bahwa kata-kata Mak Lampir mengenai dirinya sebagai Gerandong adalah kebohongan belaka, dan rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya itu adalah semacam kutukan yang belum ditemukan penangkalnya. Oleh karena itu sampai penangkalnya ditemukan, Harry harus terus membawa alat cukur kemanapun ia pergi. “Hormon, apa kau tahu mantra untuk membebaskanku dari kutukan ini?” Plak. Kunjungan ke Indonesia ternyata telah membawa pengaruh besar bagi para murid Hogwarts. Selain mereka telah menyaksikan sendiri sisi gelap dan anarkis dari dunia sihir, mereka juga mendapatkan pengalaman dan oleh-oleh yang unik. Seperti misalnya Ron yang menyelundupkan tuyul di dalam tasnya, atau Si Kembar Weasley yang berhasil menguasai ilmu babi ngepet: sepanjang perjalanan pulang George menjelma menjadi babi ngepet dan berkeliaran di seluruh gerbong, sementara Fred dengan sabar menjaga lilin—-dan terkadang dengan usil sengaja meniupnya. Sementara itu, di gerbong utama, para guru masih sibuk berusaha mengembalikan tubuh Severus Snape ke dalam bentuknya semula. Sampai sejauh ini, mereka berhasil memperbaiki 90% dari susunan tubuh Snape, namun beberapa bagian masih sulit untuk diperbaiki; telinganya masih ada di pantat dan letak ibu jari tangannya masih tertukar dengan jari telunjuk. Mereka mengakui, bahwa mantra amburadul yang digunakan oleh Mak Lampir sangat berbeda dengan mantra-mantra sejenis yang mereka ketahui, sehingga untuk menghilangkan kutukannya mereka harus menggunakan mantra yang lokal pula. Dumbledore masih sibuk meraba-raba sekujur tubuh Snape untuk mencari bagian yang salah—-dan Snape menatapnya dengan perasaan terganggu—-sementara McGonagall masih terus membolak-balik halaman buku Mantrapedia Indonesia. “Apakah kau baik-baik saja?” tanya Dumbledore. “…yes,” jawab Snape singkat dengan tatapan matanya yang dingin dan wajah yang pucat. “Jangan merasa terganggu. Kita harus menyelesaikan masalah ini sebelum buku Harry Potter bagian selanjutnya terbit,” ucap Dumbledore, “atau Voldemort akan menertawakan kita.” “…yes.” THE END 

HP Gaje 3

Di lapangan utama, pertandingan Quidditch antara tim Hogwarts dan tim Merapi Jaya sedang berlangsung. Pertandingan ini jauh lebih ramai daripada pertandingan-pertandingan sebelumnya, sebab pertandingan ini akan sangat menentukan kehormatan kedua sekolah yang saling bersaing itu. Pertandingan yang berjalan dengan sengit itu dipenuhi oleh sorak sorai penonton, terutama dari pendukung tim Merapi Jaya. “Merapi Jaya, Merapi Jaya, ayoo bantai Hogwarts…! Merapi Jaya, Merapi Jaya… ayoooo bantai Hogwarts,” begitulah yel-yel para penonton. Sementara itu, pendukung dari tim Hogwarts lebih banyak diam dan mendukung secara sembunyi-sembunyi, hal itu disebabkan karena para pendukung Hogwarts tiba-tiba saja mendapat surat ancaman misterius yang ditulis secara bilingual: --------------------------------------------- -Surat Ancaman Bilingual- Dalam Bahasa Indonesia: Dulu kalian pernah menjajah kami, namun sekarang… kalian masih menjajah negara kami. Namun setidaknya kami akan menjaga harga diri sekolah kami, dan oleh karena itu kami akan menang, apapun yang terjadi. Merapi Jaya adalah jiwa raga kami, darah daging kami! Kami yang miskin dan jarang bayar pajak ini rela mengeluarkan uang untuk menyokong tim Merapi Jaya. Kami rela berkelahi dan tawuran demi membela tim Merapi Jaya, mencorat-coret pagar, tembok dan bangunan lainnya. Dan oleh karena itu, kalau sampai Hogwarts menang, jangan harap kalian bisa pulang ke negara kalian dengan selamat! Kami akan mencincang kalian, mengirimkan santet atau teluh ke sekolah kalian! Kalian akan mandul tujuh turunan, sehingga untuk mencapai tujuh turunan itu kalian harus melakukan kloning. Kalian akan menderita serangan jantung, kanker, gangguan kehamilan dan janin, serta impotensi! Awas! In English: I kill you! I kill you! ----------------------------------------------- Di tengah lapangan, Harry Potter tampak begitu kewalahan. Ia sudah pernah bertanding dengan berbagai tim Quidditch dari negara-negara lain, namun belum pernah menghadapi lawan setangguh ini. Seperti beberapa waktu lalu, ia masih mampu mengalahkan tim Quidditch dari Arab yang bertanding menggunakan permadani terbang, tapi tim Quidditch dari Indonesia sungguh berbeda, mereka tidak menaiki sapu atau permadani, melainkan terbang begitu saja, mengendarai angin (seperti Voldemort). Sementara itu, di sudut lapangan, Mak Lampir memperhatikan Harry yang sedang bertanding di atas sapu terbangnya. Kemudian ia mengangkat tongkat tengkoraknya setinggi bahu, memutarnya sampai ujung tongkat mengarah ke atas. Dari mata tengkorak di ujung tongkat itu, keluarlah sebuah sinar merah yang menyerupai garis lurus, sinar itu mengarah sampai ke atas, sampai membuat sebuah titik di dada Harry. Mak Lampir sedang membidik Harry. Harry menyadarinya ketika ia melihat sebuah titik merah yang mengikuti kemanapun ia pergi, dan ia pun menyadari dari mana sinar itu berasal. “Amburadul!” Mak Lampir mengucapkan mantra. Sebuah sinar hijau keluar dari tongkat Mak Lampir dan langsung melesat secepat kilat ke arah Harry, untungnya Harry sudah menyadarinya terlebih dahulu, sehingga ia masih sempat menghindar. Sinar hijau itu menghantam sapu terbang Harry dan merubahnya menjadi vacuum cleaner, Harry pun kehilangan keseimbangan dan terjatuh. “Tolooong!” Harry berteriak. Di sudut lapangan yang lain, Dumbledore menyadari hal itu, kemudian ia segera mengayunkan tongkat sihirnya. Dari tongkat sihirnya itu keluar sebuah sinar yang langsung membungkus Harry dan membawanya dengan selamat ke dekat Dumbledore berada. “Te… terima kasih…,” nafasnya terengah-engah, “terima kasih Profesor Dumb.” Plak. Jenggot Dumbledore menampar Harry. “Kau tidak apa-apa? Aku tidak menyangka kalau ia akan langsung mengincarmu,” ucap Dumbledore polos. “Siapa dia sebenarnya?” tanya Harry sambil memegangi pipinya yang merah. “Dia adalah Attachment Grandma, seorang penyihir yang sangat kuat dan kejam. Mungkin kekuatannya setara dengan….,” “Dengan siapa?” “Dengan Dia-Yang-Namanya-Tak- Boleh-Disebut, Tom Riddle alias Voldemort.” “Tapi kau baru saja menyebutnya.” “Aku lupa.” “Berkali-kali?” “Sudahlah. Ayo Harry, kita harus memperingatkan murid-murid yang lain sebelum keadaan menjadi gawat,” Dumbledore menoleh ke arah deretan bangku penonton yang diduduki oleh siswa-siswi Hogwarts. Mak Lampir yang tadi berada di sudut lapangan, kini langsung terbang ke tengah-tengah arena Quidditch, “Bubar! Bubar kalian semua!,” ia tertawa selama tiga menit, “sekarang, tangkap Harry Potter!” Para anggota tim Merapi Jaya yang sedang bertanding Quidditch segera menuruti perintah Mak Lampir untuk mengejar Harry dan mengabaikan pertandingan. Para supporter yang ganas pun juga dilepaskan dari penjara bertegangan tinggi yang mengurung mereka atas perintah Mak Lampir. Mereka semua mengejar Harry dan Dumbledore, mengeluarkan seluruh kemampuan sihir mereka untuk menyerang atau berubah wujud: menjadi naga, kalajengking raksasa, tyranosaurus, brontosaurus, atau Dewi Persik. Dumbledore kewalahan menghalau semua serangan itu, bahkan ketika para guru Hogwarts yang lain ikut membantu, ternyata tak membawa banyak perubahan. Harry yang sedang berlindung di balik kursi penonton, dikagetkan oleh Mak Lampir yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya. Jurus Mak Lampir berpindah tempat adalah pada tingkat yang tinggi, sehingga tak seperti penyihir-penyihir amatir yang saat berpindah tempat harus memunculkan awan atau asap —-atau pada beberapa penyihir berpengalaman biasanya mengeluarkan suara plop atau bang, Mak Lampir bisa menghilang dan berpindah tempat tanpa mengeluarkan asap atau awan, tapi hanya sebuah efek suara yang berbunyi “ting!”. “Akhirnya kita bisa bertemu juga,” ucap Mak Lampir, lalu ia tertawa selama tujuh menit. “Kenapa? Kenapa? Kenapa sepertinya seluruh penyihir jahat dan kuat selalu saja mengincarku?” Harry mengeluh sambil memegangi kepalanya dengan kedua tangan. “Aku tidak ke sini untuk membunuhmu, tapi aku hanya ingin mengajakmu bergabung bersamaku,” Mak Lampir tertawa selama satu detik. “Bergabung? Kenapa?” “Baiklah, tentunya kau ingin mengetahui rahasia terbesar tentang dirimu, bukan begitu? Apakah kau sudah siap untuk mendengarkan siapa jati dirimu sebenarnya, Harry Potter?” “Certainly.” Mak Lampir kemudian tertawa selama dua puluh menit sebelum akhirnya memulai penjelasannya, “Kau… sebenarnya… kau adalah… Gerandong!” ia tertawa lagi. Harry membenarkan kacamatanya, lalu menatap Mak Lampir dengan tenang, tidak ada sedikitpun raut terkejut di wajahnya. “Kenapa kau tidak terkejut sama sekali? Apakah kau sudah tahu sejak awal?” tanya Mak Lampir heran. “Tentu saja aku sudah tahu. Kau bukan orang pertama yang menyebutku demikian. Aku sadar, aku memang Gerandong,” ucap Harry tenang, lalu seberkas senyum tersungging di bibirnya. “Tidak mungkin! Mustahil…, seharusnya cuma aku saja yang tahu bahwa kau adalah jelmaan Gerandong! Siapa yang memberitahumu sebelum aku?” Mak Lampir tampak kebingungan. Harry tersenyum penuh kemenangan, “Sudah sering terjadi. Setiap kali tante-tante atau wanita yang lebih tua berusaha mendekatiku, mereka selalu mengatakan bahwa aku adalah Gerandong.” “Itu Berondong!” ucap Mak Lampir setengah berteriak dengan suara seraknya. Harry Potter tampak terkejut, keringat menetes di pelipisnya, jantungnya berdetak semakin kencang, “Apa? Lalu… apa itu Gerandong?” “Gerandong adalah monster terkuat yang pernah aku ciptakan. Dulu, setelah Gerandong dipenjara di kahyangan, aku menggunakan Ajian Pengunduh Sukma untuk melebur jiwa Gerandong dan membentuknya menjadi seorang anak kecil. Namun karena saat itu baskom ajaibku sedang mengalami gangguan koneksi, akhirnya terjadilah kesalahan yang menyebabkan kau terlempar ke Inggris dari kahyangan. Dan sekarang, adalah saatnya kau kembali padaku, Gerandong, Pangeran Berdarah Campuran: manusia dan siluman,” ucap Mak Lampir, kali ini tidak tertawa. “Fitnah! Fitnah! Semua itu adalah kebohongan! Aku adalah Harry Potter, ayahku bernama James Potter!” ucap Harry sambil berteriak-teriak. “Bukan! Ayahmu adalah Mardian Si Siluman Harimau!” “Aaahhh!!!” Harry berteriak kesakitan, seperti ada sesuatu yang menyeruak keluar dari dalam dirinya. Tenggorokannya tercekat, kepalanya terasa berat bukan main, secara sekilas muncul potongan-potongan ingatannya di masa lalu sebagai Gerandong. “Sekarang kau mengerti kan, kenapa kau bisa selamat dari mantra Voldemort ketika kau masih kecil dulu? Itu karena pada saat itu aku menggunakan kekuatanku untuk melindungimu dari jauh. Yang melindungimu bukan Lilly Potter, tetapi aku! Kau juga bisa berbicara parseltongue karena kau adalah setengah siluman!” “Jangan dengarkan dia, Harry! Itu semua dusta!” tiba-tiba Dumbledore hinggap di samping Harry. “Oh, rupanya kau, Ki Dumbi,” ucap Mak Lampir ketika melihat Dumbledore. “Namaku Albus Dumbledore!” ucap Dumbledore sambil menatap Mak Lampir tajam. “Lihatlah sekarang, apa yang terjadi pada murid kesayanganmu itu? Ia akan kembali ke wujud aslinya! Hahaha!” Dumbledore memeriksa keadaan Harry yang sudah berlutut sambil terlihat menggigil. Ia dapat melihat rambut-rambut hitam yang tumbuh di sekujur tubuh Harry secara cepat: di kening, leher, tangan, dan betisnya. Bekas luka di keningnya juga tampak bercahaya dan menjadi semakin besar. Sementara itu Harry terus mengerang kesakitan, ia berguling-guling di atas lantai. “Hentikan semua ini!” ucap Dumbledore pada Mak Lampir, kemudian ia segera mengayunkan tongkat sihirnya dan sebuah sinar biru menyerang Mak Lampir. Mak Lampir menggerakkan ujung tongkatnya dan menyerap sinar yang dikeluarkan Dumbledore, kemudan ia tertawa terkekeh-kekeh. Merasa kekuatannya tidak sebanding, Dumbledore mundur beberapa langkah untuk menjaga jarak. Ia terlihat gugup dan berpikir keras tentang apa yang harus dilakukannya sekarang. “Kau sudah tahu, kekuatan sihirmu masih jauh di bawahku. Kau tidak memiliki apapun untuk mengalahkanku!” ucap Mak Lampir sambil maju beberapa langkah. Mak Lampir mengayunkan tongkatnya, lalu sebuah sinar merah terpancar dan menghantam kaki sebelah kanan Dumbledore, memaksanya untuk berlutut. Ia meringis menahan sakit, tapi kemudian ia menatap Mak Lampir dalam-dalam. “Baiklah, Attachment Grandma. Kau memang memiliki segalanya, segala kekuatan yang tak kumiliki. Tapi tahukah kau? Aku sungguh kasihan padamu, karena ada sesuatu yang kumiliki…, tapi tidak pernah kau miliki seumur hidupmu…,” ucap Dumbledore dengan tenang. Mak Lampir terdiam sejenak, ia menatap mata Dumbledore dengan tajam sambil berpikir. Tidak lama kemudian ia terkekeh geli, “Biar kutebak… Cinta? Kasih sayang? Persahabatan?” “Bukan! Jenggot sepanjang satu meter!” Dumbledor mengambil tongkat sihirnya dan mengayunkannya ke arah jenggotnya sendiri, “Beardus Extensius!” Tiba-tiba saja jenggot putih Dumbledore menjadi semakin panjang dan semakin kuat, lalu jenggot itu menjalar menuju ke arah Mak Lampir. Mak Lampir terkejut dengan apa yang dilihatnya, lalu jenggot itu pun membelit tubuh Mak Lampir dan mengangkatnya sampai empat meter di atas tanah. Mak Lampir menjerit kesakitan karena tubuhnya diremas oleh jenggot Dumbledore. “Sekarang, menyerahlah dan kembalikan Harry Potter ke wujudnya semula!” ancam Dumbledore sambil mengacungkan tongkat sihirnya. “Itulah yang sedang kulakukan, bodoh! Wujud asli Harry Potter adalah Gerandong!” suara Mak Lampir terdengar agak terputus- putus. Dumbledore mengerutkan keningnya, dengan berbuat demikian ia membuat jenggotnya lebih erat lagi mengikat Mak Lampir. Mak Lampir berteriak-teriak kesakitan, sementara Harry sudah menjadi setengah manusia berbulu lebat. Dalam keadaan yang menegangkan tersebut, tiba-tiba terdengar sebuah suara ledakan, dan tempat itu pun terasa berguncang dengan hebatnya. Dumbledore kehilangan keseimbangan, sehingga Mak Lampir terjatuh dari ikatannya. Semua orang di tempat itu menerka-nerka dari mana asal ledakan itu. Awalnya mereka mengira itu adalah salah satu ledakan yang berasal dari pertarungan antara murid-murid Hogwarts dan murid-murid Padepokan Merapi, tapi ternyata ledakan itu berasal dari sebuah bom yang meledak di pintu masuk stadion. Sekonyong-konyong sekelompok orang berbaju gamis dan berbaju koko—beberapa di antaranya memakai sorban— masuk ke tengah-tengah lapangan. Mereka membawa golok atau bambu runcing dan ada juga yang membawa bendera yang diacung-acungkan ke atas. Di tengah lapangan mereka membuat formasi, dan salah seorang pemimpinnya mulai berorasi dengan memakai pengeras suara. “Kami umumkan pada semua yang berada di sini, bahwa tempat ini akan kami tutup dan segel karena merupakan tempat praktek ilmu sihir! Kalian semua para penyihir adalah orang- orang musyrik yang bekerja sama dengan setan, oleh karena itu kami tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan apapun yang diangap perlu!“ Tiba-tiba saja seorang siswa Padepokan Merapi yang telah berubah menjadi T-Rex berusaha menyerang orang yang sedang berorasi tersebut dengan cara mencakarnya. Laki-laki itu terpental beberapa meter, tapi kemudian bangkit kembali. Ia memperlihatkan tubuhnya yang sama sekali tak menunjukkan luka atau cedera apapun, lalu ia tersenyum lebar. “Percuma saja kalian menyerang kami! Kami kebal terhadap senjata tajam dan senjata api! Karena kami adalaaah… Pasukan Berani Kebal!” ucap orang itu dengan bangga. Kemudian masing-masing anggotanya yang lain mempertontonkan kemampuan kebal senjata mereka dengan cara membacok dan menusuk tubuh mereka sendiri yang tentunya tak menimbulkan luka sedikitpun. Ternyata mereka berasal dari PBK atau Pasukan Berani Kebal, salah satu kelompok bersenjata yang sebenarnya berniat untuk pergi ke Gaza pada saat terjadi konflik dengan Israel beberapa minggu lalu, namun karena mereka ditolak oleh Palestina, akhirnya mereka memutuskan untuk menggerebek Padepokan Merapi yang terbukti sebagai tempat praktek sihir dan perdukunan. Seorang penyihir dari Padepokan Merapi menggunakan tongkat sihirnya untuk menyerang salah seorang anggota PBK dengan sebuah bola api yang cukup besar. Anggota PBK yang memakai sorban itu memukul bola api tersebut dan melenyapkannya, sekali lagi ia membacok tubuhnya sendiri untuk memperlihatkan kekebalannya, “Ilmu sihir kalian tidak akan mempan terhadap kami. Tapi jangan disalahartikan, imu kebal kami bukan ilmu sihir, soalnya kami membaca doa dulu. Hiaaa!” orang itu kemudian berlari dan bertarung dengan penyihir Padepokan Merapi yang tadi menyerangnya. Di sisi lain, Dumbledore memanfaatkan kekacauan itu untuk menggendong Harry dan menyelamatkannya, namun Mak Lampir menyadari hal itu, ia segera menghadang Dumbledore yang jenggotnya sudah kembali ke bentuk semula. “Kau tak akan pergi membawa anak itu!” tukas Mak Lampir. “Tidak. Tidak akan kubiarkan kau merusak masa depan anak ini seperti yang kau lakukan kepadaku dulu!” ujar Dumbledore berang. “Dulu?” “Ya, dulu! Ketika aku masih sangat kecil dan kau sedang bertamasya keliling Eropa, kau yang saat itu sudah setua dan sejelek sekarang, tiba-tiba saja menghampiriku. Kau melakukan hal yang sangat buruk kepadaku, sehingga semenjak saat itu aku kehilangan rasa tertarik terhadap perempuan, semenjak saat itulah aku menjadi gay! Dan sekarang, banyak penggemar Harry Potter yang menghakimi aku!” Dumbledore terlihat semakin berang sekaligus sedih. “Itu bukan urusanku! Sekarang berikan anak itu kepadaku…!” Tiba-tiba saja sebuah ledakan besar terjadi tepat di samping Mak Lampir, sehingga ia terpental sampai beberapa meter. Mak Lampir terbatuk- batuk dan berusaha bangkit, namun seketika itu juga tiga orang anggota PBK menyerang Mak Lampir dan cukup membuat Mak Lampir kewalahan. Melihat kejadian itu, Dumbledore tidak membuang-buang kesempatan, ia segera menghilang bersama Harry ke dalam asap hijau yang ia ciptakan

HP Gaje 2

Esok paginya, rombongan Hogwarts telah sampai di tempat yang ditunjukkan oleh surat undangan sihir. Mereka semua turun dari kereta dipimpin oleh para guru dan kemudian berhenti di depan sebuah papan besar yang berhiaskan tengkorak manusia dan bertuliskan: PADEPOKAN ILMU GAIB GUNUNG MERAPI (sedang dalam renovasi, hati-hati banyak jenglot berkeliaran). Di sebelahnya ada terjemahan dalam Bahasa Inggris yang tampaknya baru saja dibuat: WIZARDRY AND BLACK MAGIC SCHOOL OF MOUNT MERAPI (renovation in progress, beware of Ugly-Looking-Long Haired- Vampiric-Living-Mini-Voodo-Doll). “Tempat yang menyeramkan, bukan begitu?” ujar Dumbledore ketika Severus Snape menghampirinya. “Ah, kurasa demikian,” Snape memicingkan matanya dan menatap puncak gunung merapi. “Kita harus menjauhkan anak- anak dari Kita-Tidak-Tahu-Siapa,” ucap Dumbledore lagi. “Ya. Dia adalah Seseorang-Yang- Namanya-Tak-Bisa-Disebut- Karena-Sekalipun-Kita-Ingin- Menyebutnya-Kita-Tidak-Tahu- Siapa-Namanya-Atau-Bahkan- Siapa-Dia, ” Snape lalu menghela nafas dan berdeham pelan. “Untuk itulah kau ada di sini, Severus.” “Jangan khawatir, anak-anak ada dalam pengawasanku. Terutama bocah itu.” Beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam Padepokan, dan kini mereka menyaksikan sebuah lapangan besar yang merupakan arena pertandingan Quidditch dan pertandingan lain yang akan diadakan. Di salah satu sudut stadion, para pendukung tim Quidditch Indonesia bersorak- sorai dan membuat keributan, mereka tampak begitu brutal sehingga bagian tempat duduk mereka harus dijaga dengan segel sihir tingkat tinggi. Harry dapat melihat sekelompok supporter Quidditch yang membawa bendera bertuliskan Viking sedang adu mulut dengan kelompok supporter lain yang membawa bendera bertuliskan The Jak. Keributan mereka semakin lama semakin parah, sehingga seorang pengawas keamanan harus menyetrum mereka dengan listrik sihir bertegangan tinggi. Harry duduk di antara Severus Snape dan Dumbledore. Sejak masuk ke dalam sini ia sudah merasa tak nyaman dengan cara Snape mengawasinya, seolah- olah ia tak pernah sedetikpun melepaskan pandangannya. Di sebelah kanan Harry, Albus Dumbledore sedang mengelus- ngelus jenggotnya yang berwarna putih sambil menonton pertandingan pertama yang akan digelar. Quidditch ada di rangkaian pertandingan ke-empat, jadi Harry punya banyak waktu untuk menonton pertandingan sebelumnya. Pertandingan pertama adalah Transfigurasi, yaitu kemampuan untuk merubah diri sendiri menjadi bentuk lain, misalnya binatang--dikenal juga dengan istilah Animorph. Seorang siswa Hogwarts yang cukup berbakat maju ke tengah lapangan dan menunjukkan kemampuannya, dalam sekejap saja ia telah berubah menjadi seekor kucing hitam yang lincah. Beberapa saat kemudian, seorang siswa yang lain langsung berubah menjadi seekor kelelawar yang bisa terbang kemana-mana. Para pendukung dari Hogwarts memberikan tepuk tangan meriah, sementara para pendukung dari Indonesia tak henti mencacinya. “Siapa yang paling hebat? Padepokan Merapi yang terkuat…, ganyang Hogwarts! Ganyang Hogwarts!” begitulah bunyi yel-yel mereka. Ketika tiba giliran Padepokan Merapi, seorang anak laki-laki berumur lima belas tahun maju ke tengah lapangan dan memperkenalkan diri sebagai Ki Karang Anom. Ia lalu merapal sebuah mantra, dan seketika itu juga ia berubah menjadi sesosok makhluk. Bukan kelelawar, bukan kucing, apalagi tikus; ia berubah menjadi Tyranosaurus! Siswa- siswi Hogwarts terdiam, mereka tidak menyangka ada kemampuan seperti itu, bahkan para guru Hogwarts pun dibuat terkejut. Tidak hanya sampai disitu, Tyranosaurus itu pun berubah lagi menjadi seekor kalajengking raksasa yang tidak memiliki bayangan dan memiliki kontras warna yang berbeda dengan lingkungan sekitarnya. “Mencengangkan…,” gumam Snape. “Aku belum pernah melihat sihir semacam itu sebelumnya,” tambah Dumbledore. “Tak bisa dipercaya, seolah dibuat dengan efek komputer,” ujar Harry. Setelah pertunjukan pembuka itu, tibalah saatnya bagi Kepala Sekolah Padepokan Merapi untuk memberi kata sambutan dan ucapan selamat datang. Kepala Sekolah Padepokan Merapi ternyata adalah seorang wanita, sama tuanya dengan Dumbledore, namun memiliki wajah yang lebih menakutkan dan berpakaian serba hitam. Dumbledore seketika itu juga gemetar, begitu pula dengan Snape. Seseorang-Yang-Kita- Tidak-Tahu-Siapa ternyata adalah Mereka-Tahu-Siapa. “Wanita… wanita itu…,” gumam Dumbledore cemas, keringat menetes di pelipisnya. “Ini berbahaya. Aku tidak menyangka dialah kepala sekolahnya,” ucap Snape. “Siapa dia?” tanya Harry penasaran. “Dia adalah… Mak Lampir…,” jawab Dumbledore. “Atau dalam Bahasa Inggris dikenal sebagai, Attachment Grandma,” tambah Snape. Setelah beberapa kali melakukan check sound, Mak Lampir akhirnya memulai pidato penyambutannya. Pertama-tama, ia mulai dengan tertawa sepuas- puasnya, kurang lebih selama sepuluh menit, baru setelah itu ia mulai berbicara. “Tamu undangan dari sekolah Hogwarts yang kami hormati, senang sekali rasanya bisa menjamu kalian di sekolah kami yang megah ini. Sudah lima ratus tahun kami tidak pernah mengundang siapapun ke dalam sekolah ini, ini adalah kehormatan buat kalian. Dahulu kala, ketika negara kalian menjajah negara kami, kami sebagai para penyihir tak pernah tinggal diam. Kami selalu pro- aktif dalam menjalankan berbagai konspirasi, yang kadang berpihak kepada penguasa, kadang berpihak kepada para pejuang. Lalu setelah Indonesia merdeka, kami pun tetap berperan di balik layar, mengendalikan para penguasa, pejabat, dan infotainment. Oleh karena itu, saya selaku kepala sekolah di tempat ini, ingin memberikan satu wejangan: Jas Hitam! Jangan sekali-sekali meremehkan ilmu hitam! Hahahahaha….“ Pidato Mak Lampir ditutup dengan tertawa bersama-sama kurang lebih selama lima belas menit—itulah mengapa penjual permen pelega tenggorokan begitu laku di stadion ini— setelah itu ia pun terbang dan menghilang di balik stadion. Susunan acara selanjutnya dibacakan oleh seorang MC tamu, yaitu Laksmini Pendekar Seksi dari Gunung Lawu. Snape dan Dumbledore terlihat semakin gelisah, terlihat dari tatapan mata Snape yang semakin tajam dan Dumbledore yang mengelus jenggotnya semakin cepat. Sementara itu Harry juga tampak gugup, karena sebentar lagi ia harus bertanding Quidditch melawan penyihir- penyihir Indonesia yang tampak menyeramkan itu. “Tampaknya aku harus pergi,” ujar Snape. “Baiklah, lakukan apa yang seharusnya dilakukan,” ucap Dumbledore sambil mengelus jenggotnya dengan gerakan semakin cepat. Snape mengangguk pelan, lalu segera bangkit dari tempat duduknya. Namun sebelum ia pergi, ia menatap Harry sekali lagi, “Potter, tetap di sini, jangan pergi kemana-mana.” “Tapi sebentar lagi aku harus bertanding,” ujar Harry. “Aku tidak peduli,” ucap Snape ketus. “Profesor Dumb…?” Harry meminta pembelaan dari Dumbledore, tapi ia malah ditampar oleh Dumbledore menggunakan jenggotnya. “Jangan memanggilku begitu, itu membuatku terdengar bodoh!” “Ma.. maaf, Profesor Dumb, tapi aku terkena sihir Na…,” Harry ditampar lagi oleh jenggot Dumbledore, berkali-kali. Sementara itu, Snape langsung pergi ke belakang stadion, menuju sebuah lorong gelap yang sepi. *** Lorong itu sangat gelap dan hanya diterangi oleh cahaya lampu petromak di dindingnya, selain itu bau kemenyan terasa begitu menyegat dan memenuhi setiap bagan lorong. Ketika Snape melangkah lebih jauh lagi, ia menemukan sebuah nampan berisi makanan ringan, ayam, dan nasi. Ia bergumam pelan, menggerutu tentang bagaiman penyihir Indonesia terlalu berbaik hati kepada makhluk- makhluk sihir mereka. Gerutuan Snape berhenti ketika dari kejauhan ia melihat sesosok penyihir yang sedang ia cari-cari. “Attachment Grandma…,” ucap Snape pelan sambil menghampiri sosok Mak Lampir di lorong itu. Mak Lampir berbalik, lalu tertawa terbahak-bahak—jenis tawa yang sudah dipatenkan agar tak ditiru oleh penyihir Malaysia. Kemudian ia menatap Snape, seolah sudah begitu lama mengenalnya, begitu mendalam, begitu penuh kenangan. “Ah…, Siphilis Snake!” ucapnya. “Severus Snape!” ucap Snape kesal. Mak Lampir tertawa lagi, lalu memukul-mukulkan tongkat kepala manusianya ke atas lantai. Ia mengambil sirih dan mengunyahnya. Terkadang ia memang lebih dikenal sebagai nenek sirih daripada nenek sihir. “Ki Sanak, sudah lama kita tak berjumpa,” ucap Mak Lampir. “Aku bukan Ki Sanak!” Snape semakin kesal. Mak Lampir tertawa lagi, kali ini sampai terbatuk-batuk— tampaknya ia menelan sirihnya. “Bagaimana? Kau suka sekolahku? Mungkin sebaiknya kau pindah saja ke sini, tampangmu lebih cocok di sekolah ini,” ucap Mak Lampir, lalu tertawa, lagi. “Tempat ini, penuh dengan aroma kegelapan. Ya, mungkin cocok untukku,” jawab Snape tenang. “Hmm…, bagaimana kabar Dumb- Ble-Dore itu? Tadi aku melihatnya dari lapangan, ia masih bersama anak itu ya?” “Ya,” diam-diam Snape menyiapkan tongkat sihir di balik jubahnya, “dan sekarang aku mulai berpikir, tentang tujuanmu yang sebenarnya mengundang kami ke sini.” “Tentu saja untuk studi banding. Sekolah kami sedang berusaha untuk mendapatkan lisensi sekolah sihir standar internasional atau SSSI, makanya kami ingin studi banding dengan kalian. Tapi tampaknya kalianlah yang harus belajar dari kami,” ia tertawa lagi. “Jangan bohong kepadaku. Aku tak akan membiarkan kau menyentuh anak itu!” Snape mengeluarkan tongkat sihirnya dan akan membaca mantra, tapi ternyata Mak Lampir memiliki gerakan yang lebih cepat. “Amburadul!” ucap Mak Lampir sambil menggoyangkan tongkatnya. Seketika itu juga, sebuah sinar hijau keluar dari kepala tengkorak di tongkat Mak Lampir dan langsung menghantam Snape. Ia tersungkur dan merasakan sesuatu perubahan telah terjadi pada tubuhnya. Ia kaget bukan main ketika menyadari bahwa susunan tubuhnya telah berubah. Kaki di kepala, kepala di kaki. Mata ada di mata kaki, sementara mata kaki ada di mata. Sementara itu Mak Lampir tertawa puas, suara tawanya dapat memekakkan telinga Snape yang kini sudah berada di pantatnya. “Kau jauh lebih lemah dariku. Aku ini Date Eater, terutama saat berbuka puasa,” ucap Mak Lampir, “kau sendiri tahu bahwa kekuatanku lebih unggul, bahkan dari Voldemort sekalipun.” “Kalau memang kau sekuat dan sekejam itu, kenapa kau tidak membunuhku saja?” tanya Snape sambil mengejek. Mulutnya kini ada di dengkul. “Tentu saja karena kau masih dibutuhkan di buku Harry Potter episode selanjutnya, bodoh! Apa harus kuberikan spoiler tentang siapa yang akan membunuhmu nanti?” ucap Mak Lampir sambil mengetuk-ngetukkan tongkatnya. “Ja… jangan.” Mak Lampir tertawa lagi, seolah 75% waktu hidupnya ia habiskan hanya untuk tertawa— dan karena dia immortal, maka itu akan sangat lama sekali. Kemudian ia berjalan melewati Snape yang masih dalam keadaan amburadul, ia keluar menuju lapangan dimana pertandingan Quidditch sedang berlangsung, dimana Harry tengah bertanding. 

HP Gaje

Pada suatu waktu (tentunya sebelum kejadian di Harry Potter and The Deathly Hallows), sekolah sihir Hogwarts diundang untuk menghadiri open house sebuah sekolah sihir di Indonesia. Bagi penyihir-penyihir di daratan Eropa, bisa mengunjungi sekolah sihir di Indonesia merupakan suatu hal yang sangat jarang terjadi, sebab selama ini para penyihir Indonesia selalu menutup diri dari dunia luar, sehingga kesaktian mereka kerap kali menjadi misteri. Pada acara tersebut rencananya akan diadakan pertandingan- pertandingan dari berbagai macam cabang sihir dan juga pertandingan persahabatan Quidditch. Tentu saja seeker terbaik Hogwarts, Harry Potter diikutsertakan dalam pertandingan itu, bersama dengan pemain Quidditch terbaik lainnya yang dipiih dari seluruh asrama. Mereka benar- benar tak punya bayangan pemain Quidditch seperti apa yang dimiliki Indonesia, sebab olahraga ini masih terbilang asing bagi penyihir Indonesia. Kereta sihir Hogwarts terbang di atas daerah tropis di garis khatulistiwa, sementara langit malam yang gelap dapat terlihat dari jendela kereta dimana Harry, Hermione, dan Ron duduk sambil melamun. “Selamat datang di negeri eksotis,” gumam Ron, memecah lamunan mereka. “Well, aku merasa kita akan segera melihat makhluk-makhluk sihir yang tak pernah kita lihat sebelumnya,” ucap Hermione sambil membolak-balik sebuah buku tebal setebal buku telepon. “Apa maksudmu, Hormon?” tanya Harry dengan suara yang aneh. “Hermione!” protes Hermione diikuti oleh suara tawa cekikikan Ron. “Harry baru saja memakan coklat Namus Scramblus, dia tidak akan bisa mengucapkan nama orang dengan benar selama tiga hari tiga malam,” Ron menjelaskan sambil menahan tawa. “Dan kau yang memberikan coklat itu?” tanya Hermione sambil melirik pada Ron. “Not really….” “Hei, Hormon, kau belum menjawab pertanyaanku,” ujar Harry. Hermione memukul wajah Harry dengan buku tebal di tangannya sebanyak tiga belas kali, menimbulkan luka yang cukup serius, namun tidak menyembuhkan kutukan Namus Scramblus yang ada di lidah Harry saat ini. Harry hanya bisa pasrah dengan perlakuan yang ia terima sambil kemudian menangkap buku tebal itu saat Hermione melemparnya. “Hantupedia: Ensiklopedia hantu dan makhluk-makhluk sihir di Indonesia,” Harry membaca judul yang tertera di buku itu dengan lantang. “Sst… jangan keras-keras, aku merasa salah satu dari mereka akan mendatangi kita,” ucap Hermione sambil memberi isyarat dengan tangannya. Mereka bertiga memasang telinga baik-baik, berusaha mendengarkan suara-suara halus yang nyaris tak terdengar. Selain mereka bertiga, tampaknya para murid yang lain sudah tertidur lelap, sementara para guru berada di gerbong yang lain, sehingga suasana menjadi begitu hening. Di antara suara mesin kereta yang digerakan dengan tenaga sihir, terdengar pelan suara sesuatu yang bergesekan, atau lebih tepatnya seperti sesuatu yang diseret. Suara itu semakin lama semakin terdengar jelas, pertanda bahwa makhluk apapun yang membuat suara itu sudah semakin dekat dengan tempat duduk mereka. Tidak sampai satu menit kemudian, sesosok perempuan berbaju perawat lewat di samping mereka. Perempuan itu tidak berjalan, melainkan menyeret tubuhnya sendiri di lantai dengan gerakan yang pelan namun berat. Tubuh makhluk itu dipenuhi darah dan kotoran, beberapa bagian bajunya tampak terkoyak-koyak. Harry, Hermione dan Ron menatap makhluk itu sambil menahan nafas. Suasana pun menjadi tegang, sementara Hermione mengambil Ensiklopedia dari tangan Harry dan mencari-cari data mengenai makhluk itu. “Ah, ini dia. Nama makhluk itu adalah Suster Ngeshoot,” bisik Hermione. “Apa artinya?” tanya Ron sambil melirik. “Dalam Bahasa Inggris, berarti Sliding Nurse,” jawab Hermione. “Sliding Nurse?” gumam Harry, ia merasa bisa mengucapkan nama itu dengan benar, sebab itu bukan nama manusia. “Benar-benar eksotis,” gumam Hermione lagi. Di belakang makhluk itu, sesosok raksasa tinggi besar muncul dan menimbulkan suara berdebam yang keras setiap kali melangkah. Makhluk itu tercatat sebagai Buto Ijo atau The Blind Green, masih merupakan kerabat jauh dari Troll. Di belakang The Blind Green, sekelompok anak kecil berkepala botak berlarian ke sana ke mari sambil sesekali mengambil dompet para murid yang tertidur. Makhluk-makhluk itu teridentifikasi sebagai Tuyul atau Indonesian Pickpocket Dwarf, spesialisasi dalam mencuri uang. Di belakangnya lagi, seekor babi sihir sedang menggesek-gesekkan tubuhnya ke setiap pintu gerbong. Babi itu tercatat sebagai Babi Ngepet, atau dalam Bahasa Inggris dikenal dengan Itchy Boar, spesialisasi juga dalam mencuri uang—seperti orang Indonesia pada umumnya. Mereka bertiga tidak hentinya berdecak kagum saat melihat parade makhluk-makhluk sihir asal Indonesia itu. Namun mereka tak mampu lagi berdecak kagum ketika makhluk-makhluk yang lebih menyeramkan muncul, misalnya ketika Sundal Bolong atau Hollow Bitch menatap mereka dan memperlihatkan punggungnya yang berlubang penuh darah, sambil makan sate seratus tusuk. Atau ketika Child of Kunti menghampiri mereka dan mencekik Harry. “Expeliarmus!” Ron berusaha menyerang makhluk itu, tapi ternyata tidak mempan. “Tampaknya mantra semacam itu tidak berguna, kita harus mencari mantra yang lebih lokal!” ucap Hermione sambil membolak-balik halaman bukunya, sementara Harry sudah hampir mati kehabisan nafas. Setelah hampir sepuluh menit, akhirnya Hermione menemukan juga sebuah mantra lokal yang mungkin bisa ia gunakan untuk mengusir makhluk berbahaya itu. “Ini dia!” “Cepatlah! Wajah Harry sudah terlihat seperti Kau-Tahu-Siapa, begitu buruk,” ucap Ron. “A… ana kidung rumeksa ing wengi, teguh hayu huputa ing lar. Luputa bilahi jin setan datan purun, paneluhan tan ana wani miwah panggawe ala,” Hermione mengambil nafas sebelum melanjutkan mantranya, ia tidak biasa merapal mantra yang panjang dan berbahasa aneh seperti itu. Sementara itu, Harry sudah hampir mati dicekik Child of Kunti sejak sepuluh menit yang lalu, wajahnya sudah membiru dan matanya melotot, “Ho… Hormon… cepattt… cepat…,” “Gu… gu… gumaning wong luput, geni atemah tirta, maling adon tan ana ngarah ing mami, guna duduk pan sirna!” lalu Hermione mengayunkan tongkat sihirnya. Child of Kunti tertawa cekikian dengan suara yang melengking, setelah itu baru ia melepaskan tangannya dari leher Harry. Harry terbatuk-batuk sambil memegangi lehernya yang terasa sakit bukan main, sementara itu Child of Kunti meninggalkan mereka bertiga dan bergabung dengan rombongan hantu lainnya yang sudah bergerak ke gerbong berikut. Mereka bertiga akhirnya bisa bernafas dengan lega—kecuali Harry. Untunglah setelah itu tak ada lagi rombongan hantu yang lewat sehingga mereka bisa beristirahat dan tertidur pulas. Namun sayangnya, Hermione tidak menyadari bahwa mantra yang tadi ia bacakan selain berfungsi untuk menghilangkan pengaruh sihir juga berguna untuk mempermudah jodoh. Itulah mengapa dari luar jendela kereta, Child of Kunti terus memandangi Harry tanpa berkedip….