Minggu, 02 Januari 2011

HP Gaje 4 the end

Harry, Hermione, dan Ron duduk dengan tenang di dalam kereta sihir yang akan membawa mereka kembali ke Hogwarts. Masing-masing dari mereka tampak begitu kelelahan, bahkan Ron dan Hermione sempat tertidur beberapa jam yang lalu. Namun tidak demikian dengan Harry, ia tidak sempat tidur, karena ia harus terus menerus mencukur rambut-rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya. Dumbledore telah meyakinkan dirinya bahwa kata-kata Mak Lampir mengenai dirinya sebagai Gerandong adalah kebohongan belaka, dan rambut yang tumbuh di sekujur tubuhnya itu adalah semacam kutukan yang belum ditemukan penangkalnya. Oleh karena itu sampai penangkalnya ditemukan, Harry harus terus membawa alat cukur kemanapun ia pergi. “Hormon, apa kau tahu mantra untuk membebaskanku dari kutukan ini?” Plak. Kunjungan ke Indonesia ternyata telah membawa pengaruh besar bagi para murid Hogwarts. Selain mereka telah menyaksikan sendiri sisi gelap dan anarkis dari dunia sihir, mereka juga mendapatkan pengalaman dan oleh-oleh yang unik. Seperti misalnya Ron yang menyelundupkan tuyul di dalam tasnya, atau Si Kembar Weasley yang berhasil menguasai ilmu babi ngepet: sepanjang perjalanan pulang George menjelma menjadi babi ngepet dan berkeliaran di seluruh gerbong, sementara Fred dengan sabar menjaga lilin—-dan terkadang dengan usil sengaja meniupnya. Sementara itu, di gerbong utama, para guru masih sibuk berusaha mengembalikan tubuh Severus Snape ke dalam bentuknya semula. Sampai sejauh ini, mereka berhasil memperbaiki 90% dari susunan tubuh Snape, namun beberapa bagian masih sulit untuk diperbaiki; telinganya masih ada di pantat dan letak ibu jari tangannya masih tertukar dengan jari telunjuk. Mereka mengakui, bahwa mantra amburadul yang digunakan oleh Mak Lampir sangat berbeda dengan mantra-mantra sejenis yang mereka ketahui, sehingga untuk menghilangkan kutukannya mereka harus menggunakan mantra yang lokal pula. Dumbledore masih sibuk meraba-raba sekujur tubuh Snape untuk mencari bagian yang salah—-dan Snape menatapnya dengan perasaan terganggu—-sementara McGonagall masih terus membolak-balik halaman buku Mantrapedia Indonesia. “Apakah kau baik-baik saja?” tanya Dumbledore. “…yes,” jawab Snape singkat dengan tatapan matanya yang dingin dan wajah yang pucat. “Jangan merasa terganggu. Kita harus menyelesaikan masalah ini sebelum buku Harry Potter bagian selanjutnya terbit,” ucap Dumbledore, “atau Voldemort akan menertawakan kita.” “…yes.” THE END 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar