Minggu, 02 Januari 2011

IHSW. part 2{po.op asep}

Bunyi kereta yang memekaakan telinga itu membangunkan tidur potter yang ia kira hanya sebuah raungan kucing kecil ditelinganya, iapun mengambil kacamatanya di dekat jubahnya yang ia gantung disisi sebelah kanan tempat ia menyenderkan kepalanya dan melihat disekelilingnya hanya terdapat bungkusan coklat kodok yang tertumpuk oleh buku buku tebal berdebu,’hei Hannah’ apa kau mendengarnya? Tangan mungil potter menepuk pundak Hannah yang sedang tertidur pulas…’Ya potter ada apa? ‘jawab Hannah dengan mata yang masih terlihat sangat kantuk.’Well Hannah coba kau dengar sekali lagi suara itu!”. ‘baiklah mister potter. Hannah hanya menatap pandangan seriusnya ke potter dan mencoba untuk berkonsentrasi mendengarkan suara yang arahnya berasal dari ruangan kondektur.’PERHATIAN KEPADA SLURUH MURID IHSW ,KERETA AKAN SEGERA SAMPAI TUJUAN, MOHON UNTUK PERIKSA BARANG BAWAAN ANDA’. ƪ(˘_˘'!|)ʃ..suara yang sayup sayup  itu ternyata sebuah tanda jika kereta akan segera sampai tujuan. ‘Luna, Luna…” bisik Hannah pelan kepada Lonny yang sedang tertidur pulas dihadapannya dengan suara dengkuran yang cukup keras.(prêt!)…’ada apa Hannah?’ jawab luna sambil mengalihkan pandanganya ke kaca.. ƪ(˘_˘'!|)ʃ.
“kita hampir sampai luna”. Balas Hannah dengan girangnya.”YUP kita hampir sampai di IHSW castle” Potong james potter. Luna hanya tersenyum kecil sambil mencoba untuk membereskan rambutnya yang terlihat seperti bak sampah.Luna mengalihkan pandanganya ke kaca kereta disisi kanannya ,Terlihat papan lusuh berwarna merah bertuliskan welcome to IHSWƪ(˘_˘'!|)ʃ. Terlihat kebahagiaan yang luar biasa dari raut wajah anak anak di dalam kereta Hogwarts itu, sesekali mereka berteriak mengagungkan sekolah sihir yang sebentar lagi akan menjadi bagian hidup mereka.

♣DIAGON ALLEY IHSW

Lihat  itu! Potter menunjuk ke sebuah tempat yang sangat ramai dan terlihat seperti pasar dan berisi orang orang yang mengenakan mantel bulu dan jubah. ‘Ini Diagon Alley’ Luna meyakinkan kedua penyihir cilik itu.: diagon alley?’ Potter tampak bingung dan sesekali menggaruk keplanya. ‘Ya Diagon alley adalah tempat dimana kau menemukan segala perlengkapan dan kebutuhan sihirmu Mr.Potter.’ Sambung luna dengan gaya sintingnya.”baiklah bolehkah kita berkeliling sebentar untuk membeli peralatan sihir diisni?’Hannah terlihat sangat bersemangat dengan mantelnya yang lusuh. ‘siapa yang menolak?’ potter menjawab dengan sangat tegas dan berharap untuk segera berkeliling. Berdiri sebuah papan bertuliskan IHSW Wand Shop. Mereka bertiga segera memasuki toko tersebut yang pintunya sudah terlihat sangat tua dan tidak terawatt. “Permisi., apakah disini ada orang?” Potter berkata dengan suara sedikit agak ketakutan. Ruangan toko itu tampak gelap hanya terdapat 2 lemari besar yang dipenuhi sarang laba laba dan tampak sangat menyeramkan ditambah suasana yang gelap dan lembab. Terdengar suara menyapa yang agak ringkih dari sebuah tangga. ‘Hello Children’. Sesosok lelaki tua menuruni tangga dan bayangannya terpantul di sebuah dinding disampingnya. Potter dan Hannah terkejut dan amat ketakutan dengan hal itu, mereka berpikir mereka telah memasuki tempat para penyihir hitam. Luna hanya tertawa kecil dan berkata kepada mereka berdua.” Hello teman itu adalah mister Ollivander pemilik toko ini, kalian tidak perlu takut, ia sangat baik kepada murid tahun pertama seperti kita.” Ollivander hanya tersenyum dan menghidupkan lilin sihir miliknya. Well Children selamat datang di toko saya, ada yang perlu saya bantu?” ollivander tampak ramah kepada mereka dan mengajak untuk melihat lihat koleksi wand miliknya. “um.. apa wand yang cocok untukku mister Ollivander?” Tanya luna kepada Ollivander dengan gaya cerianya. “Hm.. kau anak yang periang nona, sepertinya kau bisa menggunakan wand ini sebagai teman sihirmu.” Ollivander mengajukan sebuah tongkat yang terbuat dari kayu vine 12 inch dengan inti rambut unicorn kepada luna.”tampak sangat indah dan sepertinya saya menyukainya” sambung luna. “untuk mengetahui wand itu bekerja dengan baik atau tidak kepadamu., kau bisa mencobanya nona dengan mengayunkan wand trsebut ke boneka harpy itu.” Ollivander meyakinkan Luna. Loony segera mencoba dengan mengayunkan tongkat sihirnya dan WUZZZ boneka itu melayang dengan sempurna dan layaknya penyihir professional.prok prok prok Ollivander, potter, dan Hannah memberi tepukan selamat kepaada Luna.
“Tongkat yang bagus Ollivander,,sepertinya aku  harus memilikinya, tapi berapa uang yang harus kubayar?
“sambung loony sambil mengelus elus tongkat barunya. “Cukup 15 knut dan kau bisa memilikinya” jawab Ollivander dengan ramah. Well mister potter apakah kau tidak ingin mencoba? “ Potter tampak ragu dan akhirnya perlahan mengangguk, “ yup, tentu saja pak” jawab potter sambil tersenyum kecil
“Hm,, kau adalah anak yang hidup, dan menjadi perbincangan orang di dunia sihir, kau sangat cocok untuk wand yang satu ini tuan potter” Ollivander menunjukkan wand dari rak berdebunya utuk pertama kalinya ia keluarkan . “ well wand yang cukup antik” celoteh Hannah. Ya wand yang terbuat dari kayu Holly berintikan bulu phoenix dengan panjang 12, 5 inch itu langsung menjadi pusat perhatian mereka. “hei mengapa kau tidak mencoba untuk mengayunkannya” Tanya Hannah yang sangat penasaran. Potter hanya terdiam dan sesekali memejamkan matanya. Lalu keluar sepercik  cahaya ungu dari ujung tongkat pertanda bahwa potter ialah tuan dari tongkat tersebut. “ayunkan potter ayunkan!” Bentak Ollivander.
Potter pun mengayunkan Wandnya sambil berkata “KEONG RACUN” sehingga dengan skejap Ruangan itu berantakan porak poranda….”OH no, Not again” Luna bergumam sambil mengigit sepatunya  ƪ(˘_˘'!|)ʃ (mulai gaje). Hannah dan potter kebingungan karena melihat tuan Ollivander terhimpit lemari besar dengan tubuhnya yang ringkih..”apa yang harus kita lakukan?’ Tanya potter kebingungan. “Well apa kata terakhir sebelum kau bertemu dengan bibi kantin sekolahmu?” celoteh Hannah. “M.. kabur” jawab Potter. “Ya itulah yang harus kita lakukan sekarang”Hannah menarik tangan potter dan Luna keluar toko tersebut tanpa membayar tongkat potter.
♣Keanehan yang tampak di Diagon Alley♣
            Tiga penyihir muda itu tampak heran dan berkeliing Diagon Alley untuk mencari peralatan Sihir mereka. “Hm sepertinya kita perlu mencari hewan peliharaan , diisni tetapi dimana ya.” Hannah bergumam sambil menggaruk rambutnya yang kumal terurai. Dari kejauhan  Seekor kelinci penyihir melompat lompat sambil membawa sekantong permen,, “Hei lihat itu! “ Luna menunjuk kearah kelinci aneh bertopi biru dan mengenakan salah satu seragam asrama Hogwarts. “hm hewan yang menarik bagaimana kalau kita mengikutinya” ajak luna. “Baiklah tetapi kemana arah kelinci biru tadi”. Potter dan Hannah tampak sangat kebingungan, wajah Potter yang pucat serasa ingin pingsan. Tak lama dari itu sesosok wanita berambut lurus panjang bertopi hitam kelam seperti nasi tumpeng lewat di hadapan mereka seraya berkata.” Hei apa yang kalian lakukan disini penyihir muda? “Wanita itu kelihatan masih muda dan agak sinting. “Kami hanya ingin mencari toko hewan peliharaan.” jawab potter. “HAHAHAHAHAHAHA Untuk apa anak anak?, bukankah tahun pertama di IHSW tak boleh membawa binatang?” wanita itu tertawa sekuat kilatan petir yang meluluh lantakkan diagon alley di siang bolong. 3 penyihir muda itu terkejut dan hanya terdiam ketakutan sambil memandangi wajah wanita aneh itu. “ baiklah anak anak jika kalian tak sungkan mampir ke rumahku akan ku beri minuman gratis untuk kalian hari ini karena aku sedang berbahagia”. Hannah maju ke depan perempuan itu seraya berkata “baiklah mad woman! Sekarang tunjukkan dimana kedaimu!”. Wanita itu hanya diam dan berjalan menuju sebuah lorong kecil dan sepertinya tak ada tanda tanda kehidupan disana. “hei Hannah apa kau yakin kita akan ke tempat perempuan sinting itu?” bisik luna. “ya tentu saja apa salahnya jika kita mencoba?’. Potter dan luna hanya mengangguk dan dari raut wajah mereka agak sedikit kesal. Mereka bertiga pun mengikuti jejak perempuan tadi sampai tibalah mereka di sebuah gubuk tua kecil yang ditumbuhi semak belukar dan tumbuhan tumbuhan aneh yang sepertinya merupakan species dari mandragora. “hello, anybody home?”.. Hannah mengetuk pintu wanita yang mereka tidak mengenalnya sekalipun. KRIEEEKKK, pintu reot tersebut terbuka dengan sendirinya dan munculah wanita itu di hadapan mereka. “welcome in my house my children” wanita aneh itu tampak ramah dan mempersilahkan mereka bertiga duduk di kursi santai lusuh yang tak tertata rapi di ruangan depan.” Maaf, bukannya aku tidak sopan tetapi siapa nama anda?” potter bertanya dengan hati hati.wanita itu hanya diam dan tiba tiba membalikkan badannya.” HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH  hai anak muda kau tidak mengenalku, Aku Madam Amanda Tuan tanah Diagon alley ini!”. “Madam Amanda?” Potter mengulangi nama itu dengan ekspresi bingung. “ya, aku baru ingat kau adalah orang yang berada di cover Hogwarts prophet edisi maret tahun lalu.” Luna memotong pembicaraan mereka berdua. “ tetapi mengapa kau tinggal menyendiri di gang sempit seperti ini nona?” Tanya potter kembali.” Itu tak penting bagi kalian, sekarang yang terpenting adalah kita akan makan sajian istimewa hari ini.” Madam Amanda  tersenyum sambil menunduk dan melihat matta potter dengan seksama. PRANG.. suara piring pecah tiba tiba terdengar  dari arah dapur. Mereka terkejut dan mencoba untuk memeriksanya. ‘ALOHOMORA’ madam amanda mengayunkan wand hazel dengan inti rambut unicorn ke pintu dapurnya yang tiba tiba terkunci. Mereka melihat dapur yang sudah sangat berantakan sekali dan penuh dengan permen yang berceceran dan makanan yang sepertinya sudah disiapkan untuk menyambut kedatangan ke tiga penyihir muda itu. “APA YANG TERJADI PADA DAPURKU?” madam manda berteriak sangat keras sampai sampai rumah miliknya seolah terkena gempa.  Terlihat seekor kelinci biru melompat dari satu sisi lemari ke lemari berikutnya diikuti dengan seekor kucing gendut yang terlihat sangat menyebalkan. “ bukankah itu kelinci yang kita temui tadi?’ Tanya potter kepada Hannah dan Luna. “YA itu betul!” jawab luna dan Hannah secara serempak dengan mulut menganga. Kelinci itu melompat kebawah dan bersembunyi di balik jubah potter dengan wajah yang ketakutan. “ tolong saya” kelinci itu menarik narik jubah potter seraya menutupi kepalanya.” “hei kau bisa berbicara?” Tanya potter. “ ya, itu tidak penting, yang terpenting tolong aku dari kucing buntal yang akan mencuri permenkku ini!”. Kucing itu masih diatas sambil memandangi kelinci yang tampak ketakutan. “ hei knapa kau menganggap permen itu sungguh berarti?” potong luna sambil berusaha menenangkan kelinci. “ tentu saja karena aku sangat menyukai permen dan Si kucing gendut yang bernama Individualizz sii cat miiaw itu selalu merampasnya dariku karena ia seorang algojo di diagon alley .” Kucing itu hanya bergumam NYAM NYAM :9. “ baiklah kelinci tetapi apa yang harus kulakukan, dan apa untungnya aku menolongmu?’. Kelinci menurunkan tanganya dari atas kepalanya dan berkata dengan  halus. “ Gunakan wandmu, kau adalah penyihir sobat, jika kau berhasil aku akan menghadiahkan sebuah wand berintikan rambut leprechaur dengan kayu ivy .”.. Potter terdiam dan berkata. “ tetapi aku sudah mempunyai wand, lantas untuk apa lagi?”. Hannah memotong pembicaraan mereka dan berkata. “potter bisa kau membantuku utuk membantu kelinci biru itu, karena aku belum mempunyai wand?”. Potter mengangguk. “ baiklah Hannah aku akan berusaha tetapi apa mantra yang harus aku lafalkan, kita belum tau apa apa.”. madam Amanda tampak jenuh dengan kecelakaan ini dan pergi ke ruang tengah tanpa alasan. “ kau bisa menggunakan mantra yang sama pada saat kita di toko tuan ollivander kan?’ jawab Hannah. Dengan sekejap Kucing itu sudah menuruni lemari dan mencoba untuk menerkam sang kelinci “ POTTER LAKUKAN!”. Teriak Luna dan Hannah serempak. Potter berkonsentrasi dengan gerakan ke dua hewan mamalia itu dan entah apa yang dipikirkannya sehingga ia melafalkan “KEONG RACUN”. ƪ(˘_˘'!|)ʃ Sebuah kilatan cahaya ungu mengenai kucing itu dan kucing itupun mengempis, lalu kabur dari lubang jendela menuju diagon alley. “ terima kasih potter sesuai janjiku aku akan memberimu wand ini.” Kelinci itu membuka sebuah bungkusan dan terlihat sebuah wand cantik berhiaskan rambut leprechaur di pinggirannya. Potter mengambil wand tersebut dan menyerahkannya ke Hannah seraya berkata ke pada kelinci” terima kasih sobat”. “sama sama tuan”jawab kelinci biru itu. “ waw ini wand yang bagus “ Hannah Tampak senang dan sepertinya wand itu bersahabat dengan dirinya . “ Hei kelinci kenapa jubahmu seperti jubah murid IHSW?”  Potong Luna. “ ya  kau benar aku murid tahun ke dua disana dan kau tahu aku salah seorang murid dari asrama yang berisi orang orang cerdas yaitu Ravenclaw.”. Mereka bertiga hanya terbelanga mendengar perkataan dari  Kelinci yang tapak aneh tersebut, bagaimana bisa seekor hewan peliharaan masuk ke sekolah sihir. Madam Manda pun terdengar berteriak tak karuan dari ruang tengah sambil mengutuk ngutuk. “ . Sepertinya aku harus pergi ke Hogwarts sekarang karena upacara sorting hat akan berlangsung malam ini sobat J”. “Tunggu dulu. Bisakah kau mengantarkan kami kesana karena kami tak tau jalan menuju sekolah kami yang baru.” Tanya potter kepada kelinci.” Baiklah karena waktu sudah petang lebih baik kita melalui portkey, di ujung jalan sana.”. kelinci itu menunjuk ke perempatan jalan buntu dari celah jendela  madam Amanda. “ Ok, ayo kita kesana.” Luna yang tampak bersemangat tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya dibalik wajah pucatnya. “Tetapi bagaimana kita keluar dari sini, aku takut  madam Amanda tidak akan mengizinkan kita keluar karena kecelakaan ini.” Gumam potter. “ itu hal mudah kita kabur lewat jendela ini saja sobat.” Kelinci tersebut mengeluarkan wandnya seraya berkata “FLIPENDO”. PRANG!!!!! Kaca Jendela tersebut pecah dan mengagetkan madam Amanda. Mendengar hal tersebut madam Amanda kembali kedapur untuk memastikan apa yang terjadi.” “Ayo cepat kita kabur dari sini” ajak kelinci kepada ketiga penyihir muda itu, dan mereka pun menurutinya. Tak lama dari itu madam Amanda melihat kaca jendela dapurnya sudah luluh lantak. “ HEI DASAR KELINCI IDIOT KAU!” madam Amanda mengutuk ngutuk dari pecahan kaca jendela tersebut kepada mereka yang telah kabur dari rumahnya. (to be continued).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar